Bika Talubi Buah Tangan dari Bogor

Bika Talubi Buah Tangan dari Bogor

Bika Bogor Talubi hadir dengan berbagai varian rasa. (Ist)

SHNet, Bogor- Berwisata ke sebuah daerah rasanya kurang lengkap kalau pulang ke rumah dengan tangan hampa. Orang-orang di rumah juga sudah menantikan buah tangan yang kita bawa.

Bogor, selain menjadi destinasi wisata yang dekat dengan Jakarta, juga gudangnya oleh-oleh. Tak hanya talas, asinan dan ubi saja loh.

Petama kali hadir di Bogor dan patut masuk dalam daftar oleh-oleh kamu ketika berkunjung ke kota hujan ini. Bika Bogor Talubi, namanya.

Bicara soal bika pasti yang ada dalam ingatan kita adalah Bika Ambon. Bika Bogor Talubi ini tidak sama dengan Bika Ambon.

Bika Ambon pada umumnya terbuat dari daun jeruk, serbuk kunyit, serei dan biasanya full tepung. Sehingga Bika Ambon mempunyai aroma dan rasa yang khas. Tapi ada pula yang tidak menyukai Bika Ambon.

Bika Bogor Talubi menggunakan bahan dari talas. (Ist)

Oleh karena itu Bika Bogor Talubi hadir dengan ciri khas berbeda tidak menggunakan bahan tersebut, melainkan berbahan dasar talas dan ubi. Sehingga kudapan tersebut mempunyai tekstur yang lembut saat dikonsumsi dan tidak membuat enek bila dimakan jumlah banyak.

Perlu diketahui Bika Bogor Talubi tidak menggunakan bahan pengawet jadi hanya bertahan 4 hari dari masa produksi.

Pertama kali Bika Bogor Talubi dibuat karena melihat hasil panen Talas dan Ubi yang melimpah di Kota Bogor. Kamipun memanfaatkan hasil panen tersebut menjadi oleh oleh khas Bogor yaitu Bika Bogor Talubi. Mengapa kami menggunakan nama TALUBI ? Karena bahan yang kami gunakan terbuat dari Talas dan Ubi ASLI , ujar Public relation Bika Bogor Ellen Sunaryo.

Ada varian rasanya yakni Bika Bogor talas, ubi madu, nangka dan cocopandan. Penasaran dengan kelesatan rasanya? Yuk, kunjungi outletnya di Bogor.

Bika Bogor Talubi didirikan pada tahun 2014 di Jalan Raya Gadog sebelah Vimala Hills (Puncak-Bogor) dan sudah memiliki 4 outlet yakni di Jalan Padjajaran 20 M, Sholeh Iskandar No 18 B, dan Suryakencana No 278 Bogor. (Stevani Elisabeth)
.