5 Desember Peringatan Hari Armada RI

5 Desember Peringatan Hari Armada RI

Jakarta, 4 Desember 1974 – Segenap warga TNI AL pada tanggal 5 Desember 1974 akan memperingati Hari Armada RI yang bagi TNI AL mempunyai arti khusus dan merupakan hari besar yang sangat dibanggakan. Kekhususan dan kebanggaan itu disebabkan oleh ciri khas yang dimiliki oleh Armada sebagai komponen TNI AL.

Armada di dalam susunan organisasi TNI AL mempunyai kedudukan dan peranan yang saja menonjol akan tetapi juga sangat penting dan bahkan menentukan yang terdiri dari tiga komponen yang utama, sedangkan kedua komponen lainnya adalah Markas Besar TNI AL dan pendirian Darat TNI AL, Armada adalah pelaksana utama mission TNI AL.

Adanya Markas Besar TNI AL dan Pendirian Darat TNI AL dimaksudkan untuk menunjang Armada agar Armada itu menjadi kekuatan operasi yang tangguh dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Armada adalah tulang punggung TNI AL. Kekuatan dan kemampuan suatu Angkatan Laut diukur dengan Armadanya. Itulah sebagbnya mengapa Armada senantiasa menjadi fokus perhatian dari Pimpinan TNI AL.

Sejarah Armada
Sejarah lahirnya Armada RI menurut buku “Sejarah Perkembangan Angkatan Laut” antara lain disebutkan bahwa Armada ALRI sejak 1945 memesan sejumlah kapal perang yang terdiri dari berbagai jenis, kesemuanya berjumlah 47 buah dengan tonage 91.863 Dwt. Dengan penambahan kapal perang itu maka AL pada akhir periode ini boleh dikatakan telah memiliki alat tempur Armada lengkap.

Pada tanggal 5 Desember 1959 diresmikanlah berdirinya organisasi Armada ALRI, sejak saat itu meskipun banyak kekurangan dalam perlengkapan materi lainnya, Angkatan Laut telah dapat mencapai kemajuan kearah yang dingini. Lahirnya organisasi Armada ALRI merupakan suatu langkah pertama dalam pembentukan potensi baru dalam rangka pertahanan negara.

Pada tahun 1954 Armada telah memiliki kapal perang buatan Jerman yaitu Penyapu Ranjau 10 buah, Tangker 1 buah, MTB 2 buah, buatan Jepang kapal transport 2 buah, Italia Fregat 2 buah, Korvet 2 buah, buatan Rusia Tangker 1 buah, buru selam 8 buah, kapal perusak 4 buah, kapal selam 2 buah, Finlandia Tangker 1 buah, Amerika Serikat LST 1 buah, Buru Selam 1 buah, Yugoslavia LST 1 buah, Buru Selam 1 buah dan dari Inggris transport 1 buah.

Banyak diantara kapal perang yang pernah dimiliki Armada itu sekarang sudah tidak terpakai dan ada yang dijual tetapi bukan berarti bahwa Armada lumpuh karena dengan sarana dan kemampuan yang dimilikinya telah berhasil mengembalikan fungsinya kepada proporsi yang sebenarnya.

Dalam rangka konsolidasi TNI AL secara menyeluruh sejalan dengan konsolidasi dan integrasi ABRI, Armada telah pula mengikuti derap langkah usaha konsolidasi itu dan mengalami perubahan dan perombakan serta penyempurnaan disegala bidang demi tersusunnya kembali Armada yang efektif dan efisien.

Perkembangan Armada dalam waktu terakhir ini menunjukkan trend yang positif dan meningkat. Dalam keadaan dukungan anggaran yang sangat terbatas dan keprihatinan karena berkurangnya kekuatan kapal disebabkan disatu pihak harus diadakan penghapusan akan tetapi dilain pihak tidak ada penggantian.

Armada telah mencatat banyak kemajuan di dalam usaha menyusun kembali Armada menjadi satu kekuatan yang relatif kecil akan tetapi merupakan kekuatan tempur yang efektif dan memiliki mobilitas yang tinggi dan daya pukul yang tangguh.
Bantuan beberapa buah kapal dari negara sahabat dalam rangka kerjasama militer telah memperkuat dan meningkatkan kemampuan Armada.

Pengamanan laut
Eskader yang telah terbentuknya sebagai embrio kekuatan strategis dan merupakan kekuatan siaga di laut sepanjang tahun telah semakin dewasa dan memperlihatkan kemampuannya yang meningkat. Eskader senantiasa melakukan kegiatan latihan, baik tingkat angkatan maupun gabungan sekaligus melaksanakan patroli pengamanan laut di wilayah laut nasional yang strategis vital, pelayaran muhibah ke negara tetangga dan sahabat terutama dalam rangka pengisian kerjasama regional untuk menunjang politik luar negeri pemerintah.

Dalam tugas keamanan dalam negeri Armada telah dapat menggerakkan sejumlah kapal patrolinya sepanjang tahun sebagai satuan kewilayahan tersebar di seluruh Kowilhan untuk bertugas khususnya dibidang keamanan laut termasuk pula kerjasama keamanan perbatasan dan patroli bersama dengan negara tetangga yang berbatasan langsung.

Partisipasi aktif dalam pembangunan nasional diwujudkan oleh Armada dengan kegiatan operasi bhakti dalam bentuk angkutan laut transmigrasi, bahan pokok dan alat berat kontruksi untuk pembangunan, survey dan pemetaan laut untuk pembangunan dan keamanan pelayaran serta penyapuan ranjau perairan tertentu untuk kepentingan pembangunan.

Dalam memperingati Hari Armada tanggal 5 Desember 1974 ini, KASAL Laksamana TNI R.S. Subiyakto akan bertindak sebagai Inspektur Upacara di Dermaga Ujung Surabaya dengan suatu upacara militer secara sederhana.

Menurut rencana dalam iring-iringan parade kapal akan disertakan sebuah kapal selam Armada yang selama ini mengalami perbaikan. Jales Veva Jaya Mahe. (SH)