10.000 Mahasiswa Malaysia Lancarkan Demonstrasi Dan 1.135 Orang Ditangkap

Untuk Membela Pengusaha Karet

10.000 Mahasiswa Malaysia Lancarkan Demonstrasi Dan 1.135 Orang Ditangkap

Kuala Lumpur, 4 Desember 1974 – Lebih dari 10.000 mahasiswa dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di Ibukota Malaysia Kuala Lumpur kocar-kacir akibat siraman gas air mata yang dilancarkan oleh pihak kepolisian.

Para mahasiswa yang membawa spanduk dan plakat telah melancarkan suatu demonstrasi di suatu lapangan di depan kantor pemerintah di pusat kota yang menuntut pemerintah untuk memberikan bantuan kepada pada pengusaha kecil karet yang disebut-sebut kini tengah mati kelaparan akibat harga karet yang merosot.

Ketika para demonstran menolak membubarkan diri walaupun sudah berkali-kali mendapat peringatan dari pihak kepolisian maka petugas kepolisian tanpa ampun melancarkan siraman gas air mata dan mengejar para mahasiswa itu sampai ke klub masing-masing.

Sejumlah mahasiswa melemparkan batu terhadap polisi dan terlibat perkelahian tetapi tidak seorangpun dilaporkan tewas atau menderita luka parah.

Seorang pemimpin mahasiswa menuduh bahwa dengan merosotnya harga karet telah mengakibatkan banyak pengusaha kecil dibidang karet jadi mati kelaparan dan pemerintah tidak melakukan sesuatu yang berarti untuk menolong situasi.

1.135 ditahan
Menurut keterangan polisi 1.135 mahasiswa telah ditangkap. Setidaknya empat orang polisi, dua mahasiswa dan seorang pejalan kaki yang lalu-lalang dilaporkan menderita luka-luka di Kuala Lumpur.

Meskipun polisi memperingatkan bahwa semua demonstrasi tidak diijinkan di Malaysia namun para mahasiswa masih muncul di jalan raya dan sejumlah 360 polisi dikerahkan untuk membubarkan mereka.

Di kota pelabuhan Malaysia, Penang 180 mil di barat laut Kuala Lumpur, 1.200 mahasiswa juga bergerak dari kampus menuju kota.
Polisi menganjurkan mereka bubar di pinggiran kota tetapi karena mahasiswa tersebut menolak anjuran, mereka juga terpaksa diserang dengan gas air mata. (SH/AP)