Wayang Orang “Kresna Duta” Bernarasi Bahasa Jerman

Wayang Orang “Kresna Duta” Bernarasi Bahasa Jerman

Perwakilan dari Yayasan Paramarta Karya Budaya saat pertemuan dengan media, Selasa (14/11), tentang pertunjukan Kresna Duta, Jumat (16/11).

SHNet, Jakarta – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud bekerja sama dengan Yayasan Paramarta Karya Budaya akan melaksanakan pagelaran wayang orang, Jumat (16/11), di Gedung Kesenian Jakarta. Pergelaran kali ini mengambil lakon Kresna Duta yang akan dibawakan dalam bahasa Jawa dan dilengkapi dengan narasi berbahasa Jerman.

Kementerian melalui keterangannya kepada media, Selasa (14/11), menyampaikan bahwa pertunjukan Kresna Duta akan berlangsung selama 90 menit.

Kresna Duta, secara harfiah bermakna sebagai seorang bernama Kresna yang ditugaskan menjadi utusan. Kresna menjadi utusan alias duta bagi Pandawa untuk menghadap Kurawa.

Pandawa merupakan sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang bersaudara. Sedangkan Kurawa merupakan sebuah keluarga yang terdiri dari 100 orang bersaudara. Keluarga Pandawa dan Kurawa sejatinya merupakan saudara sepupu karena ayah keduanya adalah kakak-beradik. Kendati kedua keluarga ini bersaudara, keluarga Pandawa dikenal sebagai keluarga yang memiliki pribadi yang baik, sementara keluarga Kurawa terkenal karena perangai buruknya.

Fakta Sejarah
Bagaimana kisah dan akhir kisah Kresna Duta? Dirjen Kebudayaan Kemendikbud mengundang Anda untuk hadir menyaksikan pertunjukan wayang orang tersebut. Tujuannya, agar Anda tahu bagaimana akhir kisah tersebut.

Seperti halnya pertunjukan lainnya, sering kali dalam pertunjukan wayang orang juga akan muncul kemiripan antara kehidupan nyata dengan kisah-kisah di dunia pewayangan. Selain kisah wayang merupakan kesenian-kebudayaan yang sengaja dibuat sebagai pelajaran kehidupan, ada teori bahwa kisah pewayangan asli versi India adalah fakta-fakta sejarah yang pernah terjadi.

Lakon Kresna Duta akan dibawakan oleh gabungan pemain wayang orang Jakarta dan Solo. Lakon ini akan melibatkan 40 orang pemain, seorang kurator Jerman yang sudah berpengalaman dalam seni pertunjukan/teater berskala internasional, serta seorang narator lakon yang juga seorang seniman berdarah Indonesia yang berdomisili di Jerman, yang didatangkan dari Jerman ke Indonesia.

Bakal Ditampilkan di Jerman
Kementerian menyebutkan bahwa pagelaran ini merupakan rangkaian kegiatan pementasan wayang orang yang akan dilaksanakan di Jerman pada bulan Mei tahun 2019. Pelaksanaan pagelaran baik di Indonesia maupun di Jerman selain didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, juga didukung oleh Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia Jerman, serta Diaspora Indonesia di Bremen.

Yayasan Paramarta Karya Budaya yang menyatakan diri sebagai sebuah lembaga yang perduli pada pelestarian kesenian tradisional, menganggap bahwa pagelaran wayang orang adalah salah satu cara untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Upaya memperkenalkan wayang orang kepada masyarakat Internasional penting, termasuk kepada rakyat Jerman.

Wayang sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, Intangible Culture Heritage (ICH) oleh badan dunia yang mengurusi bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan,–The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tanggal 4 November 2008 dengan nomor penetapan 63.

“Kami yakin pementasan ini akan menjadi tontonan yang menarik dan memberikan pengalaman yang berkesan, baik bagi penduduk Jakarta berkewarganeraan Indonesia maupun para warga negara asing yang tinggal di Jakarta. Tontonan ini penting untuk memberikan kesempatan penonton mengapresiasi kebudayaan nasional yang kuno, unik, dan potensial,” kata perwakilan dari Yayasan Paramarta Karya Budaya dalam pertemuan dengan media, Selasa (14/11). (whm/sp)