Tiga Spot Cantik dan Hits di Situ Gunung

Tiga Spot Cantik dan Hits di Situ Gunung

Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Sukabumi- Situ Gunung, Sukabumi pada awalnya merupakan destinasi wisata alam yang dikunjungi orang untuk berkemah dan rekreasi bersama keluarga. Berada di kawasan Taman Nasional Gede-Pangrango dan diketinggian lebih dari 850 mdpl, membuat destinasi ini beggitu indah dan sejuk udaranya.

Para wisatawan yang datang ke sana biasanya ingin melihat air terjun dan danau. Jarak antara dua lokasi ini lumayan jauh. Namun, beberapa waktu yang lalu, para pengelola melakukan penataan kembali lokasi wisata tersebut.

Jembatan gantung yang lagi hits di Situ Gunung. (SHNet/stevani elisabeth)

Saat ini sudah ada jembatan gantung yang mampu membuat orang penasaran datang ke Situ Gunung. Bahkan jemmbatan gantung ini sempat viral di media sosial.

Harga tiket untuk dewasa sebesar Rp 50.000, anak-anak di atas usia 9 tahun sebesar Rp 25.000. Sedangkan balita, lansia dan penyandang disabilitas tidak dikenakan biaya alias gratis.

Dengan harga tersebut, para pengunjung dapat mengunjungi tiga lokasi yakni jembatan gantung, Curug Sawer dan Danau Situ Gunung. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati welcome drink gratis dan berfoto di spot yang ada di Resto Balcone.

Satu spot foto yang instagramable di Balcone Restauran di Situ Gunung. (SHNet/stevani elisabeth)

Untuk sampai ke jembatan gantung, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak yang terhampar kerikil di atasnya. Jarak menuju jembatan gantung atau yang disebut Suspension Bridge sekitar 1 Km dari pintu masuk.

Jembatan gantung di Situ Gunung ini memang lagi hits. Boleh jadi, ini merupakan jargonnya Situ Gunung. Banyak wisatawan yang datang ke sini hanya untuk menguji keberanian berjalan di jembatan yang panjangnya 240 meter dan tingginya 150 meter.

Menurut salah seorang petugas, jembatan gantung dibuat untuk memperpendek jarak menuju Curug Sawer. Sebelum ada jembatan tersebut, pengunjung harus berjalan kaki lumayan jauh untuk tiba di lokasi air terjun.

Spot foto dengan latar belakang Curug Sawer, di Situ Gunung. (SHNet/stevani elisabeth)

Ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung sebelum melintasi jembatan gantung. Para pengunjung dilarang berlari, meloncat selama berada di jembatan, menggoyang-goyang jembatan serta memanjat pagar jembatan.

Orang yang berjalan di jembatan juga tidak boleh lebih dari 40 orang. Sempat ada beberapa pengunjung yang takut melewati jembatan tersebut, tetapi penasaran ingin mencobanya. Bagi milenials, mereka justru senang berfoto di jembatan gantung.

Tak sedikit dari mereka yang mengunggah foto-foto tersebut ke akun pribadinya. Berkat media sosial tersebut, Situ Gunung menjadi terkenal dengan jembatan gantungnya.

Bukan hanya jembatan gantung yang menjadi spot foto yang menarik. Curug sawer pun tak kalah cantiknya. Berjalan kaki selama 15 menit dari jembatan gantung, kami pun tiba di Curug Sawer. Air terjun yang satu ini memiliki tinggi 35 meter dan berada diketinggian 1025 mdpl.

Di sana dibangun jembatan untuk para pengunjung yang ingin berfoto dengan latar belakang air terjun

Menikmati bandrek

Puas melihat Curug Sawer, pengunjung kembali menapaki jembatan gantung menuju Resto Balcone. Di resto itu ada spot foto untuk para tamu yang ingin berfoto dengan latar belakang hutan pinus dan jembatan gantung.

Tak lengkap rasanya berwisata tanpa menikmati kuliner lokal. Di resto ini, pengunjung akan disambut dengan secangkir bandrek. Bandrek merupakan minuman tradisional khas Jawa Barat.

Terbuat dari jahe dan gula merah, minuman yang satu ini biasanya disajikan saat cuaca dingin, musim hujan dan di malam hari. Cocok untuk menghangatkan badan.

Di resto Balcone, pengunjung bisa menikmati aneka makanan dan minuman, seperti roti bakar, pisang bakar, aneka jus dan kopi.

Berkunjung ke Situ Gunung rasanya tak lengkap kalau belum berkunjung ke danaunya. Sore hari merupakan waktu yang cocok untuk bersantai di sekitar danau.

Danau Situ Gunung. (SHNet/stevani elisabeth)

Air danau yang tenang, hamparan pinus dan Gunung Gede yang menjulang tinggi merupakan panorama alam yang sulit untuk dilupakan. Para pengunjung dapat mengelilingi danau dengan menggunakan getek atau perahu rakit yang terbuat dari bambu.

Keindahan alam Situ Gunung begitu mempesona. Ingin lebih lama lagi menikmati indahnya panorama alam dan sejuknya udara di bawah kaki Gunung Gede-Pangrango ini. (Stevani Elisabeth)