Tahanan G30S 30 Ribu Orang

Menlu Malik Pada TV Dan Radio Belgia

Tahanan G30S 30 Ribu Orang

Jakarta, 2 November 1974 – Jumlah tahanan G30S/PKI di Indonesia dewasa ini hanya 30.000 orang dibanding dengan jumlah pada bulan pertama setelah terjadinya kup yang gagal dari golongan komunis dalam tahun 1965 yang jumlahnya sekitar 300.000 orang.

Menteri Luar Negeri Adam Malik mengemukakan hal itu Kamis malam dalam kesempatan wawancaranya dengan tim TV dan Radio Belgia di Indonesia.

Wawancara itu berlangsung di Pertamina Cottage di Bali dimana Ratu Fabiola dari Belgia menginap selama berkunjung ke Bali.
Pertanyaan wartawan Belgia pada kesempatan wawancara dengan Menlu Adam Malik itu juga meliputi masalah ketergantungan politik luar negeri Indonesia dengan RRC, hubungan antara Indonesia dengan Jepang dan mengenai tahanan G30S/PKI.

Adam Malik yang pada waktu itu didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Belgia Drs. Frans Seda menjelaskan pula bahwa tahanan G30S/PKI itu berada di pulau Buru jumlahnya sekitar 10.000 orang dan 20.000 orang lagi tersebar di Lembaga Permasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia.

Tahanan G30S/PKI yang berada di Pulau Buru dijelaskan oleh Menlu keadaannya jauh lebih baik dari pada keadaan penduduk pulau itu sendiri.
Di Pulau Buru, mereka tidak hidup di dalam kurungan tetapi mereka bebas berkeliaran di daerah tertentu dan diberi kegiatan sehari-hari antara lain bertani.

Mengenai maksud dan arti ketidak tergantungan politik luar negeri Indonesia, dikatakan oleh Adam Malik karena Indonesia menganut politik yang bebas dan aktif.
Masalah hubungan antara Indonesia dengan RRC dikatakan pasti akan normal kembali hanya belum dapat dijelaskan bilamana hubungan itu dapat dinormalisir lagi karena masih dibutuhkan waktu yang tepat.

Menjawab pertanyaan mengenai hubungan antara Indonesia dengan Jepang, Menteri Adam Malik menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang tidak ada kesulitan apa-apa.

beradanya Menteri Luar Negeri Adam Malik di Bali itu adalah Raja Boudewijn dan Ratu Fabiola dari Belgia berkunjung ke daerah ini. (Sinar Harapan/Ant)