STAFair 2018 Cara Menarik Minat Milenial terhadap Iptek

STAFair 2018 Cara Menarik Minat Milenial terhadap Iptek

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati saat memberikan penjelaskan seputar STAFair 2018. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Generasi milenial merupakan tumpuan dan harapan bangsa Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yeng berkelanjutan.

Namun, data menunjukkan adanya penurunan minat di kalangan generasi milenial terhadap bidang sains dan teknologi. Hal ini mengindikasikan kurang memasyarakatnya Iptek di kalangan generasi milenial.

“Untuk menarik minat generasi milenial terhadap dunia penelitian dan pengembangan Iptek, penyampaian informasi haruslah dikemas dalam bentuk yang menarik, artistik dan memiliki ‘wow faktor’. Hal tersebut ditransalasikan dalam kegiatan pameran interaktif yang menggunakan teknologi digital augmented reality dan video mapping,” ujar Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati saat pra event Science, Technology and Art Fair (STAFair) 2018, di Jakarta, kemarin.

STAFair 2018 akan diselenggarakan di Gedung Filateli, Jakarta pada 14-17 November 2018. Memamerkan hasil-hasil kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah didanai oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan.

“Cara ini kita dorong untuk efisienkan hasil-hasil riset ke berbagai pihak khususnya ke orang-orang yang tidak gagap teknologi (gaptek),” ujarnya.

Dimyati juga mengatakan, ini membuktikan bahwa Kemenristekdikti bisa kelola anak-anak muda dengan melibatkan mereka membuat wahana yang cukup inovatif. “Anak-anak muda sengaja kita fasilitasi untuk salurkan inovasi mereka,” lanjutnya.

Penggunaan teknologi digital merupakan strategi agar generasi milenial dapat datang berbondong-bondong ke STAFair 2018, Pameran ini juga menghadirkan berbagai spot swafoto yang bernuansa Iptek.

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Ocky Karna Radjasa menambahkan, di pameran tersebut, para pengunjung akan diajak mengenali peran Iptek dalam mengoptimalkan maritim, sebagai potensi Indonesia yang luar biasa.

Keunggulan dari teknologi digital seperti augmented reality adalah kemampuannya untuk menyajikan informasi dan pengalaman berpameran melalui telepon genggam milik para pengunjung, sehingga tidak memerlukan area yang luas seperti pameran pada umumnya.

Selain itu wahana video mapping memungkinkan penyajian informasi dan interaktif dan juga artistik. (Stevani Elisabeth)