Siputih Tepung Tapioka, Usaha Kebangaan Warga Desa Dermaji

Siputih Tepung Tapioka, Usaha Kebangaan Warga Desa Dermaji

SHNet, Banyumas – Musim hujan sudah mulai tiba, dimana sebagaian petani akan merindukan musim hujan yang jatuh pada bulan Novemberr hingga Januari nanti.  Namun tidak bagi warga Desa Dermaji,Kecamatan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. Musim hujan adalah musim yang kurang baik bagi para petani tapioka di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah ini.

Tepung tapioka merupakan salah satu potensi ekonomi di Desa Dermaji. Dimana tepung tapioka yang menjadi mata pencaharian warga desa setempat, dengan dasar singkong ini merupakan hasil bumi yang melimpah di Desa Dermaji.Warga desa yang menjadi pengusaha tepung tapioka ini, tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk  usahanya karena hampir semua petani selalu menanam singkong.

Desa Dermaji terletak di Kecamatan Lumbir, Bangumas, dengan  bagian dari wilayah Kecamatan Lumbir yang terletak di bagian wilayah Kabupaten Bangumaa. Jarak pusat pemerintahan desa dengan pusat pemerintahan kecamatan adalah 5 km dengan ibukota kabupaten 55km.

Sedangkan luas wilayah 1302 ha, yangvtersiri dari kawasan perbukitan,lembah dan dataran rendah yang diampit tiga baris pegunungan dengan landasan hutan pinus dibagian utara dan timur Desa. Wilayah desa Dermaji berafa di 100-300 Mdpl dengan curah hujan rata-rata 1500 mm sampai dengan 2500 mm pertahun. Untuk itu tidak heran banyak lahan penduduk ditanami ketela pohon atau lebih dokenal dengan sebutan singkong.

Hasil Memuaskan

Warga Desa Dermaji diketahui hampir semuanya menjadi pengusaha tepung tapioka. Ini dapat dilihat keuntungan yang sangat besar untuk membayar pegawai dan kebutuhan operasional. Rata-rata jumlah pegawai yang dimiliki oleh para pengisaha tepung tapioka ini empat hingga delapan pegawai untuk dikerjakan dengan dijadikan pegawainya. Namun semua itu, tergantung dari musim hujan dan panas.

Seperti dimetahui, pada musim hujan biasanya produksi tepung tapioka menurun semua itu diakibatkan proses pengeringan tidak sempurna sehingga pabrik dapat bertahan dengan jumlah sedikit pegawai yang dikaryakan. Hal sebaliknya, bila musim panas semya pengusaha tepung tapioka akan banyak memperkerjakan karyawannya, mengingat musim panas adalah musim panen tepung tapioka karena semua bahan harus terlebih dahulu dipanaskan.

Memasuki Desa Dermaji ini, hampir disetiap perumahan akan terlihat tampah dengan bahan dasar tepung tapioka dijemur berjejer. Ini bila musim panas tiba dan pemandangan ini sangat lazim terlihat hampir disetiap perumahan. Untuk itu, hampir semua warga Desa Darmaji menjadi pengusaha tepung tapioka. Yang nantinya tepung tapioka yang sudah jadi akan dijual kepada pemesan atau dikirim ke daerah-daerah.

Sejarah Desa Demaji

Seperti diketahui, desa Dermaji ini  salah satu desa yang keberadaannya sudah cukup tua yang diperkirakan sudah ada pada masa-masa berdirinya Kerayaan Galuh, Jawa Barat pada abad ke -6.Jadi desa Dermaji ini masuk wilayah Kerayaan Galuh, yang berbudaya Sunda dengan kehidupan masyarakat desa tidak lepas dari pengaruh budaya Sunda.

Pengaruh yang paling besar dapat dilihat dari bahasa yang dipakai warga Desa Dermaji dan pengaruh paling besar dilihat dari bahasa yang dipakai warga desa Dermaji adalah bahasa Sunda yang tidak dapat dibilang kasar dan halus. Desa Dermaji ini dahulunya dikenal dengan hutan belantara yang dikenal dengan banyaknya bintang buas,jin dan siluman. Mbah Damarwulan,Mbah Panusupan dan Mbah Jayasengara dianggap sebagai leluhur yang bejawa besar dalam mendirika. desa Dermaji.

Warga desa Dermaji memiliki leluhur yang dikenal dengan nama Mbah Darmokusumo yang sering digambarkan sebagai sosok yang memiliki tingakat kejujuran yang tinggi dan totalitaw kepasrahan kepada Sang Illahi. Untuk itu, warga desa Dermaji bangga denhan sosok Mbah Darmokusumo ini. Sosok Darmokusumi sering kali dikait-kaitkan dengan asal usul nama Dermaji yang artinya Derma berarti memberi sedangkan AJI berarti sesuatu yang berharga. (Maya Han)