Segarnya Kubis Hijau, Dari Desa Sampetan Boyolali Ini

Segarnya Kubis Hijau, Dari Desa Sampetan Boyolali Ini

SHNet, Sampetan – Tanaman Kubis atau biasa disebut kol ini adalah jenis sayuran yang dibudidayakan di daerah pegunungan tropis, dan sayuran yang kerap dijumpai di berbagai olahan makanan Indonesia menyukai tanah yang gembur namun tidak becek. Jenis sayuran dari kelompok spesies brassica oleracea ini, merupakan tanaman khas bagi warga Desa Sampetan, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Tanaman asal Eropa ini juga tahan dengan jawa dingin. Karena itulah, kubis ini menjadi salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di Sampetan. Bila kita berkunjung ke Desa Sampetan, tampak terlihat hampir seluruh warga Desa menanam kubis di ladang mereka. Dan, mayoritas kubis yang mereka tanam adalah jenis kubis hijau.

Tanaman kubis ini dapat dipanen hingga tiga ton bila saat panen tiba, namin bisa hanya satu ton disaat gagal panen. Kubis ini sendiri dapat ditanam tiga kali dalam satu tahun dan musim panen terjadi dalam tiga bulan sekali bila pusim panen tiba. Namun, bila setamg tidak bagus hasilpun sedikit dengan harga yang tidak stabil hingga membuat para petani kubis atau kol ini merugi.

Para petani kubis di Desa Sampetan Kecamatan Ampel, Boyolali ini, sudah memiliki orang atau bisa disebut tengkulak. Dari tengkulak inilah selanjutnya kubis ini fo pasarkan kebeberapa pasar bila musim panen tiba. Terkadang, ada pelanggan yang datang bila mengetahui musim panen kubis atau kol tiba.

Para petani di Desa Sampetan, Boyolali ini tergadang sering mengalami harga yang tidak menentu. Dimana harga tidak menentu ini, salah satunya diakibatkan dengan harga yang tidak stabik hingga membuat para petani menjadi merugi disebabkan gagal panen.

Menurut Sri Lestari salah satu petani di Desa Sampetan, Boyolali ini,lebih sering menjual kubis hijau ini kepada tengkulak yang setiap panen selalu mendatangi para petani kubis. Selanjutnya didistribusikan ke pasar do berbagai daerah.

“Yang mengambil biasanya bakul dari pasar langsung, atau dari berbagai warga desa lainnya. Dan hampir semua masyarakat di desa ini bercocok tanam kubis hijau,” ujar Sri lagi.

Sejarah Desa

Sebelum Desa Sampetan terbentuk menurut pelaku sejarah dan tokoh adat masyarakat setempay merupakan Kademanganz yang pada awalnya merupakan dua Kademangan yaitu Kademangan Kropak dan Kademangan Sampetan

Dimana pada waktu itu, pimpinan Kademanga Kropak dan Kademangan Sampetan ditunjuk langsung oleh penguasa sehingga belum berasaskan demokrasi melainkan penunjukan dari pengangkatan dari penguasa.

Kademangan Sampetan awalnya dipimpin oleh seorang Demang Suro Waspodo dan Kademangan Kropak dipimpin oleh Damang. Setelah itu menjadi Desa Sampetan karena adanya penggabungan dari dua Kademangan Sampetan dan Kropak.

Mayoritas penduduk bermatapencarian sebagai petani. Sementara itu Desa Sampetan merupakan kawasan paling atas lereng gunung Merbabu, dengan demikian secara topografis Desa Sampetan merupakan dataran tinggi tidak itu saja Desa Sampetan ini merupakan desa terluas  nomor satu di Kabupateb Boyolali, Jawa Temgah. (maya)