Sebaiknya Jabatan Presiden RI Hanya 2 Kali

Menurut Ismail Suny :

Sebaiknya Jabatan Presiden RI Hanya 2 Kali

Jakarta, 17 November 1972 – Ditinjau dari banyak segi, maka untuk menduduki jabatan Presiden sebaiknya jika paling lama dipegang oleh seorang untuk masa 2 kali pemilihan secara berturut.

Ini berarti bahwa orang yang sama tidak boleh dipilih menjadi Presiden untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, tetapi masa pemilihan yang keempat dan berikutnya, orang yang sama boleh saja dipilih kembali kalau memang MPR berkehendak demikian.

Hal itu dikatakan oleh Prof. Dr. Ismail Suny SH. MCL sebagai pemrasaran pada diskusi ketatanegaraan yang diselenggarakan oleh FH UI Ec di aula Universitas Indonesia, Kamis malam.

Pendapat Ismail Suny tersebut disetujui oleh pembahas pertama Dahlan Ranumiharja SH. Sedang pembahas kedua Bustaman SH berpendapat bahwa andaikata rakyat menghendaki, seseorangitu bisa saja dipilih terus-menerus selama yang bersangkutan menyatakan kesanggupannya.

Bung Tomo selaku salah seorang pengunjung dalam kesempatan berbicara mengemukakan pendiriannya bahwa yang penting ialah “jangan ada pemimpin yang memegang kekuasaan menganggap bahwa negara ini dapat dipegangnya selama dia mau, seolah-olah ia adalah Ratu yang turunannya dapat terus-menerus memegang pimpinan kekuasaan negara”.

Sementara itu Prof. Suny berkesimpulan bahwa sampai sekarang UUD 1945 belum kita jalankan secara resmi dan konsekwen antara lain dengan mengetegahkan contoh pengangkatan beberapa anggota DPR/MPR dan jabatan rangkap pimpinan DPR/MPR. (SH)