Ratusan Penduduk Timor Portugis Menyeberang Ke Wilayah Indonesia

Menurut Pimpinan Partai Apodeti

Ratusan Penduduk Timor Portugis Menyeberang Ke Wilayah Indonesia

Jakarta, 1 November 1974 – Sekjen Apodeti dari Timor Portugis Jose Osorio dalam konferensi persnya di gedung Galaxy Club/PWI Pusat Kamis siang mengungkapkan bahwa ratusan penduduk dari Timor Portugis kini menyeberang dan menetap di wilayah Timor Indonesia. Mereka tidak ingin lagi kembali ke tempatnya semula.

Penduduk yang melarian diri dari dari wilayah Timor Portugis terutama disebabkan mereka merasa tertekan baik dari segi ekonomi maupun politis.

Apodeti merupakan salah satu partai di Timor Portugis yang menyatakan ingin bergabung dengan Indonesia.
Soares mengunjungi Indonesia menyertai Wakil Ketua Apodeti Hermenegildo Martins yang tiba di Jakarta Jum’at yang lalu.
Menurut rencana mereka masih akan menemui pimpinan DPR dan Menlu Adam Malik.

Mayoritas
Ditambahkan, mayoritas rakyat Timor Portugis yang meliputi kurang lebih 600.000 orang menghendaki agar menggabungkan diri dengan Republik Indonesia apabila wilayah jajahan Portugal itu dalam rangka dekolonisasi yang kini sedang ditempuh oleh pemerintah Portugis diberikan kemerdekaan.

Sebagai alasan untuk menggabungkan diri dengan RI ini dikemukakan bahwa sejak dulu Partai Apodeti menganggap Republik Indonesia sebagai negara dan tanah air mereka yang hanya terpisah karena perkembangan sejarah belaka.

Ditegaskan selanjutnya bahwa yang dipentingkan partai tersebut dewasa ini adalah memperjuangkan stabilitas politik bagi masa depan yang singkat Timor Portugis ini, hal mana menurut pendirian partai tersebut dapat dicapai dengan penggabungan diri kepada Republik Indonesia setelah mana barulah dipikirkan pembangunan wilayah itu.

Kepada pemerintah dan rakyat Indonesia oleh karenanya diharapkan bantuan agar mendukung sepenuhnya perjuangan saudaranya dari Timor Portugis itu agar penggabungan tadi dapat tercapai dalam waktu sesingkat mungkin.

Bantuan
bantuan yang dikehendaki oleh Partai Apodeti terutama adalah dibidang keuangan karena diakui memang lemah sekalil sehubungan dengan bidang kegiatannya yakni bergerak secara aktif untuk menyuarakan rakyat terbanyak dari Timor Portugis yang pada umumnya miskin itu, terutama untuk membiayai kampanye sampai ke seluruh pelosok wilayah tersebut agar dapat membujuk masyarakat mengambil keputusan untuk kelak menggabungkan diri kepada Republik Indonesia.

Selain itu bantuan bahan makanan seperti beras dan minyak tanah akan diterima dengan tangan terbuka karena rakyat jelata Timor Portugis dewasa ini menderita kekuarangan bahan-bahan tersebut. (SH/PAB)