PT JTD Lakukan Perjanjian Kredit Investasi Rp. 13,7 Trilyun Bangun Tol Dalam...

PT JTD Lakukan Perjanjian Kredit Investasi Rp. 13,7 Trilyun Bangun Tol Dalam Kota Jakarta

INVESTASI - PT. Jakarta Tollroad Development (JTD) yang dipimpin Frans Sunito (keempat dari kiri) pada Selasa (27/11) di Fairmont Hotel, Jakarta, melakukan penandatanganan perjanjian kredit investasi sindikasi senilai Rp. 13.700.000.000.000,- yang melibatkan 29 Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner(JMLAB).  (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Warga Jakarta mari bersiap-siap merasakan kenikmatan kota dengan kembali hadirnya proyek trilyunan di dalam kota. Ya, PT. Jakarta Tollroad Development (JTD) pada Selasa (27/11) sore, di Fairmont Hotel, Jakarta, melakukan penandatanganan perjanjian kredit investasi sindikasi senilai Rp. 13.700.000.000.000,- yang melibatkan 29 Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner(JMLAB). 

Perjanjian Kredit yang ditandatangani diperuntukkan sebagai pembiayaan investasi tahap 1 (Ruas Semanan – Sunter dan Sunter – Pulo Gebang) yang merupakan bagian dari 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta.

Direktur Utama JTD, Frans Sunito mengatakan, “Pelaksanaan konstruksi tahap 1 diawali dari Seksi A (Kelapa Gading – Pulo Gebang) telah dimulai pada bulan Januari 2017 dan direncanakan akan selesai dan beroperasi di semester kedua tahun 2019. Sedangkan, untuk keseluruhan tahap 1 akan beroperasi pada Tahun 2021. Kami berharap dengan dilaksanakannya penandatanganan perjanjian ini membuat pembangunan ruas jalan tol yang kami kerjakan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan,” kata Frans dalam temu media pada Selasa sore itu. 

“Di kota-kota besar seperti Guanzhou atau Beijing, untuk angkutan massal itu sudah mengangkut sekitar 8-9 juta orang. Sementara di Jakarta ini masih sekitar 1-2 juta orang. Itu sebabnya kita perlu penambahan ruas jalan tol ini untuk bisa menambah kapasitas lagi. Apalagi di masa mendapat, angkutan umum benar-benar akan menjadi trend sehingga enam ruas jalan tol dalam kota ini sangat diperlukan,” lanjut Frans.

Sehubungan dengan perjanjian kredit sindikasi senilai 13,7 Triliun Rupiah di atas, CFO JTD, Reynaldi Hermansjah menambahkan, “Sindikasi ini merupakanpembiayaan pembangunan jalan tol yang terbesar saat ini. Perjanjian kredit yang ditandatangani hari ini juga merupakan sindikasi yang melibatkan baik institusi perbankan berbasis konvensional maupun syariahterbanyak, yaitu 29 bank”.

Ruas jalan tol yang dibangun oleh JTD bertujuan untuk menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada sertauntuk melayani lalu lintas yang lebih lancar dan lebih baik. Seluruh struktur badan jalan dibangun dengan konstruksi Tol Melayang (Elevated)atau dibangun di atas jalan arteri yang sudah ada, serta infrastruktur yang sudah terbangun sebelumnya. Selain itu, ruas jalan tol yang dibangun oleh JTD juga dirancang untuk meminimalisasi pembebasan lahan dan memaksimalkan pemanfaatan ruang infrastruktur kota yang ada.

Uniknya lagi, ruas jalan tol tersebut nantinya akan menyediakan berbagai fasilitas terintegrasi yang memudahkan penggunanya untuk mengakses fasilitas transportasi umum. Sistem Bus Rapid Transit (BRT) on the Toll Road merupakan yang pertama dirancang di Indonesia, yaitu jalan tol yang dilengkapi oleh shelterbus sepanjang koridornya. BRT ini terakomodasi dengan tiga koridor, yaitu Blue Line, Red Line, danGreen Line. BRT juga melayani perjalanan jarak jauh dengan jarak antar shelter kira-kira 3 hingga 4 kilometer. 

Jalan tol yang dibangun JTD juga telah menghitung tingkat pencahayaan serta kepatutan serta keramahan lingkungan. Nantinya, tingkat ketinggian (clearance)dibuat serendah-rendahnya 11,5 meter untuk mengakomodasi tingkat pencahayaan yang cukup. Sumur resapan juga dibangun secara unik untukpenyerapan air tanah yang optimal, sehiga membuat konstruksi jalan tol ini ramah terhadap kondisi tanah serta lingkungan.   (Nonnie Rering)