Polisi Kejar Tersangka Penipuan, Uang Raja 23 Trilyun Di Luar Negeri

Polisi Kejar Tersangka Penipuan, Uang Raja 23 Trilyun Di Luar Negeri

SHNet, Jakarta – Polisi sudah memasukkan tersangka TT dalam daftar pencarian orang (DPO), dan terus mencari keberadaan  pelaku pelipuan  yang mengatasnamakan uang raja-raja di Indonesia dengan nilai fantastis yaitu senilai Rp 23 trilyun yang tersimpan di Bank Singapura dan World Bank.

TT merupakan salah satu anggota kelompok yang beranggotakan penipu HR (39), DS (55), AS (58) dan RM (52). Yang ke-empat tersangka ini kini telah mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, komplotan penipu ini juga telah melakukan pwnipuan terhadap tersangka kasus hoaks Ratna Sarumpaet sebesar Rp50 juta.

” Dengan uang itu, Ratna dijanjikan bisa mencairkan uang raja-raja yang disebut tersimpan di Bank Singapura dan World Bank. Ini dikatakan tersangka Ratna Sarumpaet kepada penyidik, bahwa dirinya juga telah ditipu,” ujar Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/11/2018).

Para tersangka menggunakan identitias palsu hingga sejumlah lencana palsu untuk mengelabui korbannya. Polisi menyita sejumlah barang bukti mulai dari lencana palsu, KTP palsu hingga sejumlah dokumen transaksi keuangan.Sejauh ini belum diketahui kebenaran cerita soal uang raja-raja di Indonesia sebesar Rp23 triliun itu.

Kembali dikatakan Argo Yuwono, dalam kasus ini polisi  belum akan bekerjasama dengan sejumlah bank luar negeri yang disebut-sebut dalam kasus ini.

Dalam melakukan aksinya, ujar Argo  lagi,  tersangka sekaligus otaknya TT bertugas untuk menyiapkan surat dari Bank Indonesia (BI) palsu. Surat itu dipergunakan kelompok untuk melancarkan aksinya menipu dan meyakinkan korban.

“DPO ini yang mengeluarkan surat dari BI. Jadi dia yang membuat surat biar korban itu percaya bahwa ada dokumen yang dikeluarkan oleh BI,” ujar dia lagi.

“Karena bank yang digunakan di Singapura dan World Bank nanti kami dalami kembali apakah ada jaringan internasional atau hanya Indonesia,” tutur dia.

Para penipu itu mengaku bekerja sebagai pegawai Bank Indonesia dan pegawai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Selain itu para tersangka juga mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN), Interpol, hingga Staf Kepresidenan Indonesia.

Selain Ratna, sudah ada korban TT yang juga sudah melakukan transfer Rp950 juta. Polisi menjerat kelimanya dengan Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun. (maya han)