Pertempuran 10 November 1945 Di Surabaya Sudah Terorganisir

Mayjen Purnawirawan Soengkono :

Pertempuran 10 November 1945 Di Surabaya Sudah Terorganisir

Jakarta, 2 November 1945 – Mayjen Purnawirawan Soengkono yang ketika pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, bertindak sebagai Komandan TKR kota Surabaya menyatakan bahwa pertempuran Surabaya yang menggemparkan itu sebenarnya terorganisir dan tidak sendiri.

Dalam wawancara dengan “SH” di rumahnya, Soengkono mengatakan bahwa mungkin dalam pertempuran 28 Oktober sebelumnya adalah merupakan spontanitas tetapi pada pertempuran 10 November, perlawanan kita sudah terorganisir.

Menurut Soengkono setelah gagalnya pertemuan dengan pihak Sekutu maka pimpinan TKR, Polisi Militer, Komadan Pesindo, Polisi Istimewa, Trip, BBI, TKR Laut berkumpul di jalan Pregolan pada sore hari jam 16:40 tanggal 9 November, Soengkono membagi sektor setelah mereka bersumpah untuk “merdeka atau mati”.

Waktu itu daerah Surabaya dibagi 4 sektor dan dibuat suatu lini sepanjang berkilo meter untuk menghadapi sekutu juga LPG (barisan Hansip waktu dulu) ikut siap, sedang kepada pemuda diinstruksikan supaya jangan meninggalkan kota supaya tenaganya bisa digunakan.

Atas pertanyaan mengenai jumlah kekuatan antara kedua pihak yang kini sedang diselidiki Pusjarah ABRI, ia mengatakan bahwa kekuatan di pihak kita memang besar.
Kira-kira 26 batalyon, jadi sekitar lebih dari 150.000. itu yang bersenjata sedang yang tak bersenjata belum bisa dipastikan, katanya.

Mengenai persenjataan, ia mengatakan bahwa kwalitas kita menang tetapi kwalitas dan taktiknya kita kalah.
Persenjataan yang dapat direbut oleh kita di Surabaya dari Jepang sangat besar.
Waktu itu kita sampai bisa kirim 2 gerbong senjata ke Jakarta, katanya lagi.

Soengkono juga sedang megnumpulkan data/sensus sejarah sekitar kemerdekaan yang berlangsung di Surabaya.
Ia serta tokoh pertempuran Surabaya seperti Yonosewoyo, Bung Tomo, Dr. Moestopo dll akan berkumpul di Surabaya untuk memberikan keterangan terperinci mengenai kesaksian mereka dalam pertempuran di Surabaya yang diselenggarakan antara Pemda Surabaya dan Pusjarah ABRI. (SH)