Periklanan Dikaitkan Usaha Pembangunan

Presiden Pada Kongres Periklanan Asia

Periklanan Dikaitkan Usaha Pembangunan

Jakarta, 5 November 1974 – Presiden Soeharto menegaskan kegiatan periklanan harus mengkaitkan dirinya dengan usaha pembangunan masyarakat disamping tujuannya mempengaruhi sikap dan tingkah laku masyarakat dengan tujuan akhir agar masyarakat membeli barang atau jasa yang diiklankan.

Presiden mengajak Kongres Periklanan Asia ke-9 menaruh perhatian pada pemeliharaan nilai luhur masyarakat dalam hubungannya dengan kegiatan periklanan.
Apabila gagasan yang dilontarkan oleh iklan kepada masyarakat buruk, maka akan membahayakan masyarakat.

Hal itu dikemukakan Kepala Negara dalam sambutannya pada pembukaan Kongres Periklanan Asia ke-9 Selasa pagi di Balai Sidang (Convention Hall) Senayan, Jakarta.

Tanggung jawab
Kepala Negara beranggapan tujuan iklan pada dasarnya adalah mempangaruhi sikap dan tingkah laku masyarakat dengan tujuan akhir agar masyarakat membeli barang atau jasa yang diikilankan dan apabila soalnya telah menyangkut sikap dan tingkah laku masyarakat maka disitulah bermula tanggung jawab sosial yang besar.

Karena itulah, demikian Kepala Negara, saya anggap kongres ini yang bertema “Periklanan modern dan tanggung jawab sosialnya dalam negara yang sedang membangun”, menyangkut langsung dengan masalah besar masa kini yang sedang dihadapi bangsa Asia.

Dikatakan, bagian terbesar bangsa Asia masih sedang membangun dan subur atau tandusnya periklanan akan ditentukan oleh makmur atau tidaknya masyarakat sekitarnya. Karena itu, kiranya tidak dapat lain bahwa kegiatan periklanan harus mengkaitkan dirinya dengan usaha pembangunan masyarakat.

Kepala Negara menguraikan bahwa dengan bertambah majunya masyarakat dengan segala tekhnik serta persoalannya, menampilkan kesadaran baru akan arti manusia dan nilai hidup yang dianggap luhur. Arti dan kedudukan manusia makin menempati posisi sentral dalam pembangunan masyarakat.

Manusia bukan hanya makhluk ekonomi. Pemenuhan barang materiil saja tidak dapat menjawab kebutuhan manusia. Tujuan pembangunan adalah untuk membangun manusia dalam totalitasnya. Ini tidak lain merupakan ikhtiar yang terus menerus untuk memelihara dan makin memperkokoh nilai yang dianggap luhur. (SH)