Kolaborasi Iptekdikti Indonesia-Belarus Siapkan Milenial yang Inovatif

Kolaborasi Iptekdikti Indonesia-Belarus Siapkan Milenial yang Inovatif

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan Indonesia dan Belarus di bidang Iptekdikti. (Dok. Humas Kemenristekdikti)

SHNet, Belarus- Pemerintah Indonesia dan Belarus mempunyai cita-cita untuk membangun kolaborasi Iptekdikti guna mempersiapkan generasi milenial yang inivatif, handal dan kompeten.

Generasi milenial perlu dipersiapkan dalam menghadapi tantangan global dan memasuki Revolusi Industri ke-4 dan Generasi Society 5.0

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dengan Belarus, Kamis (15/11). Delegasi Indonesia dipimpin Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Menristekdikti Mohamad Nasir dan Dubes RI untuk Rusia dan Belarus menyaksikan komitmen kedua Negara Indonesia dan Belarus, yang dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepakatan Indonesia dan Belarus dalam bidang pendidikan tinggi.

Ainun Na’im Sekjen Kemenristekdikti Indonesia bersama sama dengan Siergey Rudi, Deputi Menteri Kementerian Pendidikan Belarus menandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama Pendidikan Tinggi (Dikti) di Belarus State University (BSU).

Dalam pertemuan bilateral antara Delegasi Indonesia dan Belarus di kemukakan bahwa kerjasama antara instirusi pendidikan tinggi Indonesia Belarus sangat penting, untuk menghasilkan Generasi Millenials Indonesia Belarus yang mempunyai kompetensi handal dan berkualitas.

Perjanjian Kerjasama Pendidikan Tinggi Indonesia dan Belarus merupakan tindak lanjut pertemuan Komisi Bersama Indonesia Belarus dalam bidang Perdagangan, Ekonomi, Kerjasama Iptek di Jakarta, 17 Oktober 2017.

Tujuan dari kerjasama pendidikan tinggi Indonesia Belarus adalah untuk membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia Belarus untuk mendapatkan pengalaman global dalam menempuh pendidikan, pelatihan maupun dalam melaksanakan kerjasama di Indonesia dan Belarus. Penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan intelektual generasi muda penting untuk membangun masa depan Indonesia, Belarus dan dunia.

Indonesia dan Belarus akan segera membentuk Tim Pendidikan Tinggi yang akan melakukan pertukaran informasi program-program pendidikan tinggi, perancangan program kurikulum, kerjasama riset bidang pendidikan, pelaksanaan bersama dialog, seminar, konferensi pendidikan tinggi, program mobilitas dosen, pelajar, dalam bidang perekayasa (engineering), pertanian, dan teknologi informasi.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan kunjungan ke fasilitas riset fisika di Belarus State University yang menunjukkan penguasaan beberapa modul dan alat bantu pengajaran dalam bidang teknik fisika. Dalam pertemuan bilateral dengan pihak Kementerian Pendidikan dan BSU, juga dikemukakan keinginan bersama dari BSU dan ITB untuk menindak lanjuti nya melalui perjanjian teknis antar Perguruan Tinggi.

Pada hari yang sama 14 November 2018, Menristekdikti Mohamad Nasir yang juga didampingi oleh Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia Wahid Supriyadi, Ka LIPI LT Handoko, Rector ITB Kadarsah Suryadi mengadakan pertemuan dengan National Academy Sciences Belarus (NASB) yang merupakan mitra utama dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahian Indonesia) guna mengevaluasi kerjasama Iptek dan Inovasi dalam dua tahun terakhir.

Dalam Galeri NASB di tampilkan penguasaan Teknologi Belarus dalam bidang pengembangan teknologi pertanian yang bervariasi dari ketahanan pangan, mekanisasi pertanian, pengolahan hasil pangan, teknologi fisika, matematika dan informasi, teknologi rekayasa teknik fisika, teknik kimia dan ilmu kebumian, teknologi ilmu hayati (biology) , termasuk pengembangan stem cell untuk kesehatan, teknologi sosial, humaniora dan seni.

Secara keseluruhan, kunjungan kerja Menristekdikti yang padat, singkat dan berisi di Belarus, diyakini dapat membuka peluang kerjasama yang baru dalam bidang pendidikan tinggi, riset teknologi dan inovasi, sehingga pembangunan kapasitas bagi SDM ‘millenials’ Indonesia Belarus dapat terbangun dengan baik melalu perancangan program strategis dari Komite Iptek dan Inovasi, serta Komite Pendidikan Tinggi, disamping melalui diplomasi Iptekdikti Kenegaraan maupun melalui program ‘people to people’s contact. (Stevani Elisabeth)