Ketidak Puasan Bukan Alasan Konfrontasi Dengan Pemerintah

Jaksa Agung Ali Said SH

Ketidak Puasan Bukan Alasan Konfrontasi Dengan Pemerintah

Banjarmasin, 16 November 1974 – Walaupun kemajuan yang dicapai selama ini jelas belum dapat memuaskan semua golongan namun hal itu tidak boleh jadi alasan untuk berkonfrontasi dengan pemerintah, demikian ditegaskan oleh Jaksa Agung Ali Said SH dalam sambutannya tertulisnya pada upacara serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan di Banjarmasin hari Selasa.

Kepada para penegak hukum ia meminta agar disamping mengajak masyarakat untuk berkesadaran hukum, wajib pula untuk senantiasa waspada dalam mengikuti perkembangan masyarakat agar tidak sampai didadaki oleh unsur negatif yang merongrong kebijaksanaan pemerintah.

Dikatakan,walaupun keamanan dan politik semakin mantap namun perlu diusahakan peningkatannya sehingga program pemerintah dapat berjalan lancar.

Serah teriima jabatan itu dilakukan dari Anas Yakub SH kepada Muchtarum SH yang sebelumnya adalah kepala kejaksaan tinggi Sulawesi Tenggara Anas Yakub SH, menurut keterangan akan dipindah ke Kejaksaan Agung.

Komunis
Ali Said dalam sambuatan tertulis yang dibacakan oleh Jaksa Agung muda Subari SH, itu selanjutnya mengingatkan walaupun G30S/PKI telah dapat dihancurkan dan PKI serta ormasnya telah dilarang tetapi bahaya subversif komunis tetap harus diperhitungkan.

Potensi dari sisa G30S/PKI di negeri ini masih cukup besar. Mereka adalah ibarat alang-alang yang sudah dibersihkan dari ladang tetapi sewaktu-waktu dapat muncul di tengah-tengah tanaman yang sedang disemikan, kata Jaksa Agung.

Ditandaskan, sinyalemen terhadap orang komunis yang memasuki Indonesia secara gelap perlu diperhatikan, khususnya orang China komunis yang sudah kembali ke tanah leluhur mereka sebagai akibat pelaksanaan PP 10 tahun 1960.

Ali Said mengungkapkan, baru-baru ini telah diperoleh bukti jelas berupa ditangkapnya di Bandung seorang China komunis yang memasuki Indonesia dengan mempergunakan paspor palsu dan sementara itu telah pula berhasil memiliki kartu penduduk Kotamadya Bandung yang palsu dengan nama palsu pula.

Menyadari adanya masalah tersebut maka semua pihak perlu senantiasa meningkatkan kesiagaan bersama, “Kesiagaan yang harus dapat melahirkan persatuan dan kesatuan dalam tata pikir dan cara tindak kita”, demikian Jaksa Agung Ali Said SH. (SH/Ant)