Kemiskinan Di Desa Turun Dua Kali Lipat

Kemiskinan Di Desa Turun Dua Kali Lipat

Foto: Kemendesa

TANGERANG-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyampaikan kalau kemiskinan di desa turun dua kali lipat. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendampingi alokasi Dana Desa sehingga penggunaannya tepat sasaran.
“Tadi sudah dilaporkan oleh Pak Menteri Desa bahwa yang pertama, kemiskinan di desa menurun dua kali lipat dibanding kota 1,2 juta orang yang bisa dientaskan dari kemiskinan,” kata Presiden Jokowi, saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019 dan Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten, di Lapangan Froggy, Kawasan Foresta Business, Tangerang, Banten, Minggu (4/11).
Menurut Presiden, dana desa telah dijalankan selama empat tahun dengan total alokasi sebesar Rp187 triliun. “Tahun pertama digelontorkan 20 triliun, tahun kedua 40 triliun, tahun ketiga 60 triliun, tahun keempat 60 triliun. Sampai saat ini baik total sudah 187 triliun, ditambah lagi tahun depan 70 triliun, naik 10 triliun,” ujar Presiden Jokowi.
Peningkatan peruntukan dana desa tersebut, menurut Presiden, membuktikan bahwa pemerintah sekarang ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap desa.

Jalan 90 Ribu Kilometer
Presiden mengatakan, pemanfaatan dana desa sekarang ini, jika dilihat angkanya, pembangunan yang telah dilaksanakan sangat banyak seperti jalan desa, embung, BUMDes, sanitasi/jamban, Posyandu, jembatan-jembatan kecil di di seluruh tanah air.
“Jalan desa misalnya, jalan desa 95.000 kilo meter. Mungkin di desa Bapak/Ibu sekalian banyak mungkin 300 meter, mungkin 500, tapi untuk seluruh tanah air sebanyak 74.000 desa, total jalan desa yang telah dibangun adalah 90.000 kilometer,” ujarnya.
Presiden mengatakan, dengan alokasi dana desa hingga saat ini ada 914 jembatan yang dibangun dan akses air bersih pada 22.000 Kepala Keluarga (KK) dapat dilakukan.
Menurut Presiden, banyak manfaat dari dana desa yang diberikan untuk desa. Bahkan, dari dana desa turut mendukung menurunnya angka kemiskinan di desa dibandingkan dengan di kota. Bahkan, angka stunting atau kekurangan gizi juga mengalami penurunan.
Presiden menyampaikan bahwa sejumlah negara telah melihat dan memiliki keinginan untuk meniru yang namanya dana desa.
Dari bagaimana caranya ada dana desa, bagaimana transfernya hingga ke bagaimana penggunaan dana desa itu.

Wisata Desa
Presiden Jokowi berharap, dana desa yang pada tahun 2019 dinaikan dari Rp 60 triliun menjadi Rp 70 triliun bisa dimanfaatkan ke arah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan inovasi desa. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk wisata-wisata desa.
Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo usai mendampingi Jokowi mengatakan, Kemendes PDTT telah menjalankan terkait kerja sama dengan perusahaan untuk memasarkan produk dari desa melalui program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) yang hingga saat ini sudah ada di 128 kabupaten dan bekerja sama dengan 68 perusahaan.
“Kerja sama dengan perusahaan akan terus ditingkatkan melalui Prukades yang dapat mempertemukan antara pihak dunia usaha, daerah serta perbankan agar ekonomi desa maupun masyarakat desa bisa turut meningkat,” katanya.

Inovasi Desa
Menteri Eko menyampaikan Kemendes PDTT bersama dengan Bank Dunia telah nelakukan pendampingan dalam program Bursa Inovasi Desa di 434 kabupaten di seluruh Indonesia.
Tujuan dari Bursa Inovasi Desa adalah untuk membuat inkubasi agar masyarakat desa membuat inovasi-inovasi dalam penggunaan Dana Desa untuk peningkatan SDM dan menciptakan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan potensi desanya.
“Hasil dari inovasi tersebut didokumentasikan baik dalam bentuk dokumen tertulis maupun video agar bisa diikuti dan dikembangkan oleh masyarakat dari desa lain di Indonesia,” katanya.(sp/ady)