Kementerian Pastikan “Percepatan Pemulihan Pembelajaran” di Sulteng

Kementerian Pastikan “Percepatan Pemulihan Pembelajaran” di Sulteng

Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi siswa korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/11). [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kunjungan kerja kali ini dilakukan untuk memastikan adanya percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di provinsi tersebut. Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BLKM) Kemendikbud menyampaikan kepada media dari Palu, Sulteng, Sabtu (17/11).

“Pemerintah ingin anak-anak Sulteng bangkit dan dapat menjadi lebih hebat, terutama untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah,” demikian keterangan BKLM mengutip pernyataan Mendikbud.

“Kita ingin kebangkitan Sulteng ini lebih cepat, khususnya untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah,” kata Mendikbud saat Apel pagi “Anak Sulteng Bangkit Lebih Hebat”, di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Sabtu (17/11).

Menurutnya, percepatan pemulihan pendidikan di Sulteng makin menguatkan keyakinan bahwa anak-anak Sulteng akan bangkit lebih hebat.

Tunjangan Khusus Guru
Pemulihan proses belajar mengajar di sekolah, kata Mendikbud, tidak terlepas dari peran guru. Namun, tak sedikit guru yang juga mengalami dampak bencana. Sebagai upaya untuk meringankan beban guru, khususnya yang terkena dampak bencana, Kemendikbud menyiapkan tunjangan khusus sebesar Rp 76,2 miliiar untuk 15.080 guru di empat kabupaten, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Mendikbud menyerahkan tunjangan khusus tersebut secara simbolis dalam bentuk buku tabungan kepada 200 guru saat Apel Pagi “Anak Sulteng Bangkit Lebih Hebat”.

“Saya harap para guru tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mengajar dan mendidik siswa. Saya yakin para guru di Sulteng mampu memompa semangat murid-muridnya untuk belajar dan melompat lebih tinggi menggapai cita-cita,” kata Mendikbud.

Pada kunjungannya, Mendikbud juga menyerahkan bantuan Kemendikbud berupa 40.000 paket peralatan sekolah (School Kit). Paket perlatan sekolah tersebut terdiri dari tas, seragam sekolah, dan alat tulis. Pendistribusian alat sekolah tersebut akan dilakukan sesuai jenjang pendidikan para siswa, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB.

Kemendikbud menyampaikan telah mengupayakan pembangunan kelas darurat di 200 titik yang dapat menampung 400 ruang kelas. Pembangunan kelas darurat tersebut juga melibatkan UNICEF yang memberikan 450 tenda.

Bantuan Berupa Perangkat TIK
Sementara itu, sebanyak 50 titik di empat kabupaten mendapatkan bantuan perangkat pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Masing-masing titik mendapatkan empat perangkat yang di dalamnya terdapat televisi LED, speaker, hard disk eksternal, dan komputer. Perangkat lunak dan materi pembelajaran luring juga telah dibenamkan di dalam komputer yang diberikan.

Sementara itu, untuk jenjang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (nonformal dan informal) bantuan terdiri dari bahan dan alat pembelajaran tenda kapasitas 15 orang, tenda kapasitas 60 orang, alat permainan edukasi, pengeras suara, perangkat generator, serta pengadaan komputer dan kendaraan roda dua lapangan untuk Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Provinsi Sulteng. Pada jenjang pendidikan Nonformal dan Informal bantuan berupa rehabilitasi ringan dan bantuan fasilitas belajar untuk lembaga PAUD dan Pendidikan Masyarakat.

Pemutaran Bioskop Keliling, Bioling
BKLM menyampaikan, bantuan di bidang kebudayaan berupa berbagai kegiatan, antara lain Nusantara Art Festival, Permainan Trandisional, Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Inspiratif, Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Sejarah, Pemugaran Cagar Budaya, dan Penguatan Karakter Peserta Didik, Penyelamatan Koleksi Museum di Palu, serta Sosialisasi, pemutaran film bioskop keliling (Bioling), dan kerja sama antarinstansi.

Menurut BKLM, ada acara menarik pasca-gempa yakni kegiatan nonton bareng yang dilakukan oleh para korban bencana dengan relawan Sulteng Bangkit. Pusat Pengambangan Perfilman menyelenggarakan Bioling di Desa Salua, Kecamatan Kulawai, Palu; Lapangan Gawalise, Palu; dan Pengungsian Balaroa, Palu.

Sejauh ini, menurut BKLM, kegiatan Kemendikbud selain mengadakan pemutaran film edukatif bersama, juga membangun sekolah bersama dengan Kementerian PUPR. Selain ituk sebanyak 248 ruang kelas darurat sudah terpasang, pengiriman Tim Psikososial, pengiriman buku cerita rakyat sebagai media belajar anak, dan pemberian tunjangan khusus bagi guru terdampak, pelatihan guru pasca-bencana, program peningkatan kompetensi guru pendidikan dasar, dan pelatihan guru untuk aktivitas psikososial dan pendidikan dalam situasi darurat.

“Total bantuan Kemendikbud per tanggal 15 November 2018 sebesar Rp 346,2 miliar,” demikian keterangan BKLM.

Mendikbud menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemendikbud, pemerintah daerah dan masyarakat se-Sulteng yang telah bekerja keras dalam penanganan dampak bencana gempa dan tsunami.

“Mari kita teruskan kerja keras kita untuk Palu Bangkit. Kita harus bergerak bersama-sama demi kebangkitan dan kemajuan Sulteng. Sulteng Bangkit Lebih Hebat!,” kata Mendikbud. (whm/sp)