Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Polisi Tangkap dan Periksa HS

Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Polisi Tangkap dan Periksa HS

SHNet, Jakarta –  Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Polres Metro Bekasi berhasil menangkap HS (27) , yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap  satu keluarga  di Pondok Melati, Pondok Gede pada Selasa (12/11/2018) dinihari. Pelaku ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat pada Kamis (14/11/2018) dinihari.

Ditangkapnya HS ini setelah polisi menemukan mobil Nissan jenis X-TRAIL milik korban  di Cikarang. Tepatnya,  di rumah kos HS di Cikarang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan, saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Ya orang ini (HS sedang diperiksa intensif),” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/11/2018).

Ditangkapnya HS yang masih saudara dekat dengan korban  Maya Ambarita, Istri dari Diperum Nainggolan ini, berkat adanya informasi dari masyarakat tempat tinggal HS di Cikarang. Dari informasi inilah, diketahui HS berada di Garut, Jawa Barat dam tengah menuju ke Gunung Guntur.

” Anggota menemukan HS di saung di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, katanya HS akan mendaki Gunung Guntur tersebut. Saat tas yang dibawanya diperiksa, ditemukan kunci kontak mobil dengan merek Nisan, hp serta uang Rp 4 juta,” papar Argo lagi.

Selanjutnya HS dibawa turun ke Jakarta, saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (tkp) di mobil ditemukan dua handphon yang ada bercak darah. Tidak itu saja, namun juga ada noda darah dipintu, karpet serta pdal gas ada bercal darah.

Menurut Argo lagi, temuan darah di mobil itu kini tengah diperiksa di Puslapfor Mabes Polri. Tidak itu saja, namun anggota juga memeriksa kuku HS yang diketahui hitam itu.

“Terdapat luka di jari HS, yang pada pukul 05.00 pagi pada hari Rabu, HS sempat berobat ke Klinik di Cikarang. Saat ditanya suster soal jari yang sakit itu, dikatakan HS kalau dirinya luka jarinya akibat terjatuh. Namum, untuk mengetahui dengan jelas pelaku pembunuhan, kita tunggu hasil dari pemeriksaan Puslapfor Mabes Polri,” tegas Argo lagi.

Seperti diketahui, seorang saksi curiga setelah melihat gerbang kontrakan korban sudah terbuka. Televisi di rumah korban juga menyala.Pembunuhan terhadap satu keluarga di Bekasi, pada Selasa (13/11) dini hari diketahui pertama kali oleh seorang saksi setelah menemukan sejumlah kejanggalan.

Saat dipanggil korban pun tak menjawab. Saksi tersebut lantas mengajak sejumlah orang melihat rumah korban dan menemukan satu keluarga yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), Arya Nainggolan (7), telah tewas.

Dari pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi menyatakan dua mobil milik korban hilang dan baru ditemukan Rabu (14/11/2018).

Selain mobil, polisi tidak menemukan benda berharga lain yang hilang. Dugaan sementara motif pembunuhan tidak terkait ekonomi. Namun polisi belum bisa memastikan motif sebenarnya. (Maya Han)
s