Kas Kopkamtib Anjurkan : Keroyok Pencopet Dalam Bis

Kas Kopkamtib Anjurkan : Keroyok Pencopet Dalam Bis

Jakarta, 7 November 1974 – Kepala Staf Kopkamtib Laksamana Sudomo mengajurkan masyarakat untuk mengeroyok para pencopet dalam bus. Sementara itu sedang dicari suatu sistem pengamanan bus kota tanpa mengerahkan terlalu banyak petugas keamanan.

Memberikan keterangan selesai menemui Presiden Soeharto di Bina Graha, Rabu siang, Sudomo katakan masyarakat perlu berpartisipasi dengan pengeroyok pencopet atau pencoleng tersebut. Sebab katanya, bila pada setiap bus ditugaskan seorang petugas keamanan sedang jumlah bus ada 2.000 dan kelak akan menjadi 4.000 itu berarti perlu dikerahkan 4 batalyon.
Ketika wartawan bertanya penumpangnya mungkin takut, Sudomo menjawab “masa penumpang satu bus takut sama pencopet satu-dua orang”, jawabnya. “Saya perkenankan itu”, tambahnya.

Sudomo menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat ibukota atas disiplin dan kesadaran terbukti dari kurangnya kecelakaan baik akibat lalu lintas maupun petasan pada perayaan idul fitri yang lalu. Malahan katanya, kecelakaan yang meningkat adalah di luar Jakarta – Bandung – dan Jakarta – Serang. “Terima kasih atas partisipasi masyarakat atas pemeliharaan keamanan kota”.

Niagara
Sudomo menyinggung keributan di restoran Niagara baru-baru ini disamping dikatakannya bertentangan dengan hukum dilakukan oleh kaum remaja yang frustasi. Ia katakan telah menginstruksikan Kapolri dan Kadapol Metro Jaya untuk mengusut serta menyelesaikannya berdasarkan hukum yang berlaku.

Ia juga meminta agar mass media tidak terlalu membesarkan pemberitaan yang menyangkut keributan di restoran ini dengan mengambil kesimpulan “keamanan tidak terjamin”. Padahal katanya pelanggaran hukum di kota besar seperti Jakarta adalah soal biasa dan masih terhitung normal.

590 senjata diamankan
Selanjutnya diungkapkan sejak operasi senjata gelap 18 Juli yang lalu telah diamankan sebanyak 590 senjata. Telah meringkus 9 gang beranggota masing-masing 3-4 orang dengan menggunakan kendaraan Colt dan Mitsubishi. Mereka ini berasal dari Jakarta beroperasi di Tasikmalaya perbatasan Jabar – Jateng. Cirebon dan Banten.

Atas pertanyaan sekitar anak-anak yang kedapatan memiliki dan menggunakan pistol, Sudomo menyalahkan orang tua mereka yang tidak dapat mengawasi senjata yang dipercayakan. Sesuai dengan instruksi Menhankam baru-baru ini, kata Sudomo kepada orang tua ini dapat dijatuhi tindakan administratif antara lain berupa penundaan kenaikan pangkat dll.

Menjawab pertanyaan sekitar pejabat atau isteri pejabat yang terlibat dalam keributan di restoran Niagara baru-baru ini, Sudomo berkata tegas “Kalau sudah jelas akan diumumkan, pejabat manapun kalau memang terlibat akan diumumkan”. (SH)