Karen Khachanov Kejutkan Joker

Karen Khachanov Kejutkan Joker

Karen Khachanov / ist

SHNet, Paris – Karen Khachanov membuat kejutan dunia tenis putera dengan mengalahkan Novak Djokovic 7-5 6-4 di final Paris Masters sekaligus mengakhiri dominasi petenis asal Serbia tersebut.

Khachanov yang baru berusia 22 tahun, untuk beberapa waktu hanya dilihat sebagai salah satu talenta muda yang sedang bersinar, tetapi hanya sedikit yang bisa membayangkan dirinya mampu menghabisi petenis berjuluk The Joker tersebut, yang selama tiga bulan meraih 22 kemenangan beruntun.

Djokovic sebenarnya berharap dapat merayakan kembali gelar petenis nomor satu dunia pada hari Senin dengan meraih gelar kelima di turnamen, tetapi ternyata Khachanov berhasil membalikkan prediksi tersebut lewat pertarungan satu jam 37 menit. Ini berarti Djokovic gagal menyamakan rekor Rafael Nadal yang berhasil merebut 33 gelar turnamen Masters.

“Aku tidak menyesal. Tapi aku tidak ingin membicarakan itu,” katanya. “Aku ingin berbicara tentang seberapa baik (Khachanov) bermain sepanjang pekan dan benar-benar layak untuk menang hari ini,” kata Djokovic yang tampak kelelahan di partai final itu.

Djokovic, juara empat kali dalam acara indoor, sepertinya kehabisan tenaga setelah kemenangan epik yang menguras tenaga selama tiga jam saat melawan Roger Federer di semifinal pada hari Sabtu. Sehari sebelumnya di perempatfinal Marin Cilic juga memaksa petenis berusia 31 tahun itu bermain tiga set, plus duel semifinal versus Federer yang baru selesai sekitar pukul 8 malam, kemungkinan menjadi faktor dirinya belum cukup pulih untuk bermain di final.

Ditanya lagi apakah itu juga merupakan kasus kelelahan emosional dan mental, setelah pertarungan sengit melawan Federer, Djokovic mengulangi pujiannya untuk Khachanov.

“Karen bermain sangat baik dan dia pantas menang,” kata Djokovic. “Semua pujian untuknya.”

Meskipun Djokovic mematahkan servis pada game keempat untuk bergerak 3-1 dan kemudian memimpin 30-0 saat servis, Khachanov yang tidak diunggulkan langsung mematahkan servisnya dan momentum itu tiba-tiba bergeser dari Djokovic.

Khachanov mematahkan servisnya saat kedudukan 6-5 ketika ia melakukan pukulan kuat dari belakang garis yang hanya bisa disambar Djokovic kembali ke net. Petenis Rusia yang tidak diunggulkan memenangkan set pertama lewat servis luarbiasa yang tidak bisa dikembalikan oleh Djokovic.

Djokovic berjuang untuk menangani backhand Khachanov yang mantap dengan dua tangan, cross-court dari baseline, yang sering mendarat di dekat pergelangan kakinya, dan menjatuhkan servisnya lagi untuk tertinggal 2-1 di set kedua. Dia harus menyimpan tiga break point lagi di game ketujuh untuk menahan ketertinggalan 4-3.

“Dia bermain hebat dari belakang lapangan, backhands datar dan forehand. Dia benar-benar bisa menyakiti Anda,” kata Djokovic. “Servisnya benar-benar kuat dan tepat.”

Meski kalah namun, juara Wimbledon dan AS Terbuka tersebut sudah banyak yang merasa senang setelah meraih 22 kemenangan beruntun, dan ia tetap menjadi favorit untuk Final ATP untuk mengakhiri musim 2018 di London, yang dimulai 11 November mendatang. Sementara Khachanov menambahkan gelar ini ke Piala Kremlin di Moskow bulan lalu untuk gelar ketiganya tahun ini dan keempat secara keseluruhan.

Khachanov, yang menempati peringkat ke-18, adalah petenis Rusia pertama yang menang di turnamen Paris Masters sejak Nikolay Davydekno pada 2006 dan Marat Safin yang pernah memenangkannya tiga kali sebelum itu. (TJE)