Inilah Keunikan Festival Geopark Bojonegoro

Inilah Keunikan Festival Geopark Bojonegoro

Sumur-sumur minyak yang berada Geopark Bojonegoro dengan kedalaman rata-rata +100 meter di bawah permukaan tanah. Satu-satunya di dunia.

SHNet, BOJONEGORO – Investasi pariwisata adalah hal yang paling mudah dan menarik saat ini. Banyak hal yang bisa diajarkan dalam melakukan investasi ini. Misalnya, bagaimana harus berlakukan sopan dan ramah terhadap orang lain (tamu), menjaga kebersihan lingkungan, membuat sanitasi yang baik dan bersih.

Selain itu, upaya penataan UMKM jadi lebih menarik, memastikan harga-harga kebutuhan pengunjung lebih bersaing dan sebagainya. Tak kalah penting adalah menggelar kegiatan budaya dan seni yang menjadi keunikan daerah.

Nah, dalam upaya meningkatkan jumlah wisatawan ke wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus menggelar berbagai kegiatan yang menarik penggunjung. Di antaranya adalah gelar Festival Geopark Bojonegoro yang berlangsung 22-25 November 2018. Panitia mempersembahkan berbagai acara menarik seperti Fun Trips serta menghadirkan musisi lokal dan nasional. Misalnya, Tari Thengul Massal, Orkes Sinten Remen Djadug Febrianto, Musik Etnik Bojonegoro, Regina Idol, Sruti Respati “feat bassist” Indro, serta ” Anji “feat” Sruti.

Tanggal 22 November 2018, Festival Geopark Bojonegoro 2018 diawali dengan penanaman pohon bersama di objek wisata Teksas Wonocolo di Kecamatan Kedewan. Ini adalah usaha konservasi objek wisata Geopark Nasional. Mantap sekali, bukan?

Acara pembukaan diikuti berbagai kalangan termasuk duta wisatawan dari sejumlah kota seperti Duta Wisata Kota Bogor, Kota Bandung, Propinsi Bali, Ponorogo, Madiun, Sleman, Bantul, dan Yogyakarta. “Di Festival Geopark dilakukan penyerahan penghargaan kepada pengelola objek wisata Teksas Wonocolo, yang terpilih sebagai desa wisata terbaik pada Festival Geopark Bojonegoro 2018,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid.

Teksas Wonocolo

Anda tahu Geosite Wonocolo? Geosite Wonocolo dikembangkan menjadi Wisata Geologi Sumur Tua Wonocolo yang merupakan energi tidak terbarukan. Kini, lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Teksas Wonocolo. Penamaan itu selain karena kondisi lingkungannya yang mirip dengan lokasi minyak Texas di Amerika, Teksas sendiri merupakan singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.

Teksas Wonocolo kini menjadi lokasi wisata edukasi di Bojonegoro. Terdapat Rumah Singgah yang menjadi learning center tentang minyak dan cara eksploitasi di Wonocolo.

So, menurut Amir, Festival Geopark Bojonegoro digelar setelah kawasan geopark Bojonegoro resmi memperoleh sertifikat geopark nasional sebagai kawasan cagar alam geologi dari Badan Geologi, Kementerian ESDM pada 2017 lalu. Dengan areal seluas 23 kilometer persegi dan dihuni 1400 jiwa, Kawasan Geopark Bojonegoro menjanjikan wisata alam khususnya berupa hamparan minyak yang menyatu dengan kebudayaan setempat. Unik kan?

Selain hamparan minyak, masih ada destinasi wisata yang juga tersebar di Kawasan Geopark Bojonegoro. Di antaranya, struktur “Antiklin” Kawengan bagian puncak antiklin, bagian sayap kanan dan sebagian sayap kiri, semuanya di Kecamatan Kedewan.

Geopark lainnya adalah Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Dung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, dan lokasi temuan fosil gigi hiu purba di Desa Jono, Kecamatan Temayang. Anda tak bisa temukan itu di tempat-tempat sembarangan! Hanya di Bojonegoro!

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Kelembagaan Pariwisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggar Rinimukti, menambahkan selain banyak dikunjungi wisatawan, selama ini kawasan Geopark Bojonegoro juga kerap dijadikan sebagai laboratorium alam oleh perguruan tinggi ternama dengan belajar langsung di sana.

Reservoir terdangkal

Kunjungan dari perguruan tinggi seperti ITB, ITS, dan lainnya itu biasanya akan terkonsentrasi di kawasan hamparan minyak. Di kawasan ini, terdapat sejumlah titik yang kerap dikunjungi seperti pertambangan minyak yang telah dikelola selama 110 tahun. Ada pula keunikan lain geologi yang berada di kawasan ini adalah batuan reservoar penghasil minyak bumi pada kedalaman rata-rata +100 meter di bawah permukaan tanah (kedalaman reservoir berada diatas permukaan air laut).

Teksas Wonocolo Bojonegoro

Ini membuktikan bahwa minyak bumi di Wonocolo merupakan reservoir terdangkal di Indonesia bahkan dunia. Di sini, terdapat 700 sumur minyak yang 200 sumur di antaranya ditambang secara tradisional.

Menurut Enggar, kawasan yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Bojonegoro ini dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Pada tahun 2017 dikunjungi sebanyak  5.719  wisatawan. Sementara pada 2018 melonjak hingga 200 persen dengan total sebanyak 16.000-an wisatawan. Anda kapan ke Bojonegoro?

Dalam upaya mengantisipasi lonjakan wisatawan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus meningkatkan akses maupun layanan di lokasi wisata. Pembenahan infrastruktur direncanakan akan rampung pada 2019 mendatang, termasuk menyiapkan layanan pendukung seperti homestay bagi wisatawan.

Hal yang lebih penting lagi, pemuda setempat yang tergabung dalam Karang Taruna akan dilibatkan sebagai pemandu wisata geopark atau geopark guide. Kini setelah sukses meraih Geopark Nasional, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan status Geopark Internasional yang diterbitkan United Nation, UNESCO pada tahun 2019 nanti. (inno jemabut)