Indonesia-Denmark Jajaki Kerja Sama Layanan Pendidikan

Indonesia-Denmark Jajaki Kerja Sama Layanan Pendidikan

Mendikbud Muhadjir Effendy menerima kunjungan duta besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen, Selasa (13/11), di Kantor Kemendikbud, Jakarta. [SHNet/Ist].

SHNet, Jakarta – Indonesia dan Denmark menjajaki kerja sama di bidang layanan pendidikan. Kerja sama tersebut mencakup pelatihan maupun pertukaran guru dan siswa. Pelatihan tersebut termasuk peningkatan keterampilan dalam pembelajaran kreatif dan keterampilan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) siswa di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), dasar, menengah, dan kejuruan.

“Denmark telah memiliki sistem pendidikan yang mapan dan begitu banyak pengalaman terbaik yang dapat diadopsi untuk pengembangan sistem pendidikan di Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat menerima kunjungan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Ramus Abildgaard Kristensen, di Jakarta, Selasa (13/11) lalu.

Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen, dalam kunjungannya ke Indonesia didampingi Kepala Lego Education untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN, Pacific dan Korea, Villy Outzen; Bambang Rusli selaku Kepala LEGO Education untuk Indonesia, dan; Myself Karina Mosgart selaku Kepala Deputi Perdagangan pada Kedutaan Besar Denmark.

“Denmark siap untuk berbagi dengan Indonesia dan akan disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Kristensen.

51 Juta Pelajar
Saat ini tercatat sebanyak 51 juta pelajar Indonesia dan 3 juta orang guru sehingga perlu keseriusan pemerintah dalam melakukan peningkatan kualitas dan keterampilan bagi guru dan siswa.

Pada pertemuan tersebut, Mendikbud membahas peluang kerja sama dengan Denmark, meliputi pembelajaran pengelolaan manajemen sekolah. Pembelajaran pengelolaan sekolah tersebut mencakup sekolah negeri maupun swasta.

Selain itu, Mendikbud juga membahas mengenai pengembangan keterampilan pendidikan STEM; peningkatan kemampuan siswa Indonesia dalam high order thinking skills (HOTS) berdasarkan capaian Denmark dalam _Programme for International Students Assessment (PISA). Pasalnya, skor Denmark selalu menempati peringkat atas dunia (tahun 2016 peringkat ke-15).

Kemudian, Mendikbud juga menyinggung soal peningkatan kompetensi guru Indonesia yang memiliki skill abad 21, dan kolaborasi peningkatan pendidikan kejuruan dengan prioritas maritim dan pariwisata. (whm/sp)