Iannone Kecewa Dibuang Suzuki

Iannone Kecewa Dibuang Suzuki

Duo Suzuki, Alex Rins dan Andrea Iannone / ist

SHNet, Valencia – Pembalap Italia, Andrea Iannone sudah memastikan diri bergabung dengan Aprilia untuk musim depan, namun belum mengerti mengapa dirinya tidak lagi diperpanjang kontraknya bersama Suzuki Ecstar. Setelah berhasil finis urutan kedua di Phillip Island, pembalap berjuluk The Maniac itu menekankan kontribusinya untuk Suzuki yang jauh meningkat sepanjang musim balapan 2018. Kegagalannya di Sepang saat terjatuh di belakang Marc Marquez yang bergoyang di tikungan hanya merupakan kesialan belaka. Hingga balapan terakhir kemaren sudah 4 podium berhasil direbutnya.

“Saya berganti motor, berganti pabrikan (tahun depan), tapi saat ini saya belum mau membahas masa depan saya karena sangat menjengkelkan,” ujar Iannone kepada motorsport pertengahan tahun ini sebelum bertanding di Mugello.

Keputusan Suzuki yang menggantinya dengan pembalap rookie, Joan Mir, sama sekali tidak dimengertinya. Padahal Mir sebelumnya dikaitkan dengan Repsol Honda. Bahkan, pembalap asal Spanyol tersebut sudah menjalin pra-inskontrak dengan tim pabrikan asal Jepang tersebut. Namun, Honda tampaknya mengurungkan niat merekrut Mir dan kemudian beralih ke Jorge Lorenzo.

Bos Suzuki, Davide Brivio, mengklarifikasi bahwa Andrea Iannone diganti karena alasan bisnis. Hal ini seakan menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Iannone.
“Saat kami memutuskan berpisah, kami berbicara dengan Andrea, dan memberi tahu alasan kami,” ujar Brivio. “Ini merupakan strategi bisnis. Ketika memilih pembalap, Suzuki tidak hanya melihat hasil, parameter lain juga penting, contohnya imej yang diperlukan. Kami telah menjelaskan itu kepadanya.”

Iannone pantas kecewa dengan keputusan Suzuki yang tidak lagi memakai jasanya, karena dirinya merasa sudah mampu tampil kompetitif dengan motor GSX-RR.

“Ia kecewa karena tak bisa memperpanjang kontraknya dengan kami, dan kata-katanya adalah ungkapan frustrasi. Itu adalah kata-kata yang didasarkan pada kekecewaan,” tambah Brivio.

Suzuki mungkin mendapat banyak masukan dari berbagai pihak untuk membangun timnya di musim depan, salah satunya dari duta pabrikan asal Jepang tersebut, Kevin Schwantz yang sering mengkritik Iannone dan meminta Suzuki segera melepasnya. Alasan Schwantz sederhana saja bahwa Iannone bukan sosok yang tepat untuk bagi rekan setimnya (Alex Rins) dan hanya tahu membalap saja dan tidak bisa membantu mengembangkan performa motornya.

Rins memang tampil luarbiasa di musim ini bersama Suzuki Ecstar dan untuk sementara berada di urutan ke-5 klasemen sementara MotoGP. (TJE)