Gizi Besar Kelor Ada Pada Daun Segarnya

Gizi Besar Kelor Ada Pada Daun Segarnya

SHNet, JAKARTA – Selama ini orang percaya serbuk kelor memiliki kandungan gizi berlipat dari kandungan daun segar. Tidak salah karena satu alasan dari proses segar menjadi kering lalu menjadi serbuk itu membutuhkan daun segar yang berlipat-lipat. Misalnya, daun segar 1.500 gram, ketika diproses menjadi kering hanya menyisakan bobot 800 gram. Kemudian dari 1.500 gram daun segar itu ketika diolah menjadi serbuk/bubuk hanya tersisa menjadi sekitar 400 gram.

Dengan kata lain gizi serbuk Kelor tersebut didapat dari jumlah kelipatan yang begitu besar. Ini baru masalah matematika. Di luar itu ada persoalan mendasar adalah soal proses degenerasi yang akan mengalami dehidrasi dari proses pengeringan itu sendiri.  Proses itu mengandung resiko penurunan kualitas-kualitas gizi lain.

Proses pemanfaatan daun Kelor untuk meraih gizi terbaik saat ini ada dua, yaitu konsumsi daun segar secara langsung atau maksimal diproses menjadi teh kering dengan proses pengeringan yang baik,-tanpa sinar matahari.

Desember 2015 lalu, situs website ahealthyleaf.com menyajikan tulisan berjudul “Seberapa Bernutrisikah Kelor?” yang isinya memuat analisis hasil penelitian bahwa terdapat penurunan kandungan pada Vitamin C, tiamin (vit. B1) dan folat (vit. B9), juga vitamin A menjadi tidak stabil saat daun Kelor hasil panen terpapar panas, udara atau cahaya. Menurutnya, selama proses pengeringan, pemaparan dapat diminimalisir tapi beberapa level paparan tidak dapat dihindari. Vitamin adalah nutrisi yang paling tidak stabil saat dikeringkan dan berkurang dalam jumlah besar.

Dalam tulisan itu juga dilampirkan tabel Faktor Retensi Nutrisi USDA yang mengatakan, vitamin C dapat berkurang hingga 80%; folat (vit. B9) dan vitamin A berkurang hingga 50%; tiamin (vit. B1) bisa berkurang hingga 30% selama proses pengeringan saja. Saat daun kering dilembutkan menjadi tepung, penurunan nutrisi lebih lanjut dapat terjadi saat lebih banyak permukaan daun terpapar cahaya dan udara.

Di luar banyaknya resiko proses serbuk Daun Kelor tersebut, ada penjelasan konkret mengenai perbandingan yang disampaikan pada tulisan tersebut. Biasanya porsi penyajian tepung Kelor adalah sekitar 1 sendok teh atau 5 gr. Penyajian umum daun Kelor segar adalah 1 cangkir atau 20 gr. Kedua penyajian, 5 gr tepung kering atau 20 gr daun segar, diawali dari sekitar 20 gr daun segar. Karena itu, jika diberi pilihan 1 porsi daun Kelor segar atau 1 porsi tepung Kelor kering, nutrinya selalu lebih besar di daun Kelor segar. Mengonsumsi 1 porsi daun segar berarti tidak ada nutrisi yang hilang akibat proses pengeringan.

Jadi, mari konsumsi kelor segar atau maksimal menjadi the kelor yang diproses melalui cara yang tepat. Itu akan lebih baik. Mendapat daun segar tentu harus menanam supaya bisa memanen setiap kita membutuhkan. (Khoiril Anwar)