Di Tangan Pedagang Keliling, Desa Langgosari Kini Maju

Di Tangan Pedagang Keliling, Desa Langgosari Kini Maju

SHNet,  Banyumas –  Desa Langgosari, Kecamatan Cilongo, Banyumas, Jawa Tengah kini menjadi ramai dengan adanya Agrowisata Bulak Barokah. Dimana Desa tersebut banyak menginspirasikan banyak orang khususnya warga sekitar Cilongok untuk belajar dan mengetahui caranya pertanian gula kelapa. Berwisata sambil berkebun, beternak hingga memancing ada di Agrowisata yang kini tengah tren di kalangan masyarakat Purwokerto.

Perubahan desa yang dulu dikenal  tidak terurus atau terbengkalai itu, menjaei desa yang kini ramai dan hidup ini tidak lepas dari peran Kepala Desa Langgosari, Rasim. Berkat tangan dinginnya membangun desa-nya dari kesan tidak bersahabat kini menjadi sangat bersahabat dengan adanya  Agrowisata di desanya itu.

Menurut Rasim, bila desanya ingin maju tentunya harus memiliki usaha sendiri. Dan itu dibuktikannya dengan dibuatnya Agrowisata bagi desanya.  Dengan adanya Agrowisata kini desa uang dulu terbengkalai itu, kini menjadi maju dan ramai semua itu berkat adanya  pertanian gula kelapa.

” Semua ini berkat inspirasi kata-kata Bung Karno tentang desa yang berdikari, kalau mau desa maju tentu  harus memiliki usaha sendiri. Dan kini semua itu sudah terwujud, dengan adanya usaha desa sendiri,” ujar Rasim dengan bangganya.

Menurutnya, berkat dana desa, Rasim memanfaatkan untuk merintis Agrowisata sebagai pusat bisnis desa.  Agrowisata Bulak Barokah resmi ada sejak tahun 2017 lalu dan hasilnya banyak masyarakat luas yang datang untuk belajar caranya bertani gula kelapa.

” Saya sangat berharap sekali, pada 10 tahun mendatang produksi gula merah dari Desa ini bisa mencapai 10 ton perharinya dengan kwalitas ekspor. Inilah kebanggaan saya untuk desa tercinta ini,” ujarnya lagi.

Di desa ini tidak hanya ada petani gula kelapa saja, namun juga peternakan kelinci, peternakan sapi hingga kambing dan domba. Tidak itu saja, namun juga ada belasan ribu ikan lele,nila, patin yang semuanya dipelihara di desa itu berkat tangan dingin Rasim bersama dengan warganya.

“Disini juga ada aneka tanaman semacam durian, pohon petai, tebu dan salak tentunya. Tidak hanya tanaman, namun kita juga membudidayakan sayur mayur dan semua potensi desa kami kemas di sini hingga hasilnya membiat kami warga desa menjadi bangga,” papar Rasim lagi yang pernah menjadi pedagang keliling ini.

Rasim sempat pesimis mengingat warganya yang berjumlah 7600 orang dari 2350 keluarga ini untuk menyampaikan niatnya membangun desanya. Nanun usaha itu lambat laun menghasilkan. Melalui akses air bersih dengan kerja sama Perhutani dan Dinas Cipta Karya Program pipanisasi dari sumber air di Gununglurah dengan panjang 13 meter untuk mendapatkan air bersih.

Sejak itulah, seluruh warga desanya menjadi semangat untuk.dapat lebih maju dengan mengelola 50 hejtar tanah milik desa menjadi perkebunan kelapa genjah yang ditanam seluas 2 hektar. (maya han)