Desa Sumogawe, Penghasil Susu Terbaik dari Semarang

Desa Sumogawe, Penghasil Susu Terbaik dari Semarang

SHNet, Semarang –  Desa ini salah satu penghasil susu yang baik dan terus melimpah di sekitar Jawa Tengah, namanya Desa Sumogawe, Kecamatan  Getasan. Hal ini telihat dengan masyarakat desa Sumogawe, yang berlalu lalang kendaraan dengan mengangkut susu hasil ternak warga.

Rata-rata penduduk Desa Sumogawe ini memang mata pencariannya sebagian adalah peternak sapi perah. Warga desa ini rata-rata memiliki sapi 6-7 ekor. Dan di desa ini susu yang dihasilkan oleh warga, disulap menjadi berbagai bentuk olahan yang semuanya dari susu sapi murni diantaranya adalah sabun ssusu, kerupuk susu, yoghurt, es krim.

Penghasil susu di desa ini terlihat saat mata hari sudah mulai menunjukkan hari sudah beranjak sore, tetapi sejumlah warga Desa Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang, masih sibuk mengurusi kandang ternaknya. Di salah satu sudut jalan desa, tampak terlihat  warga desa setempat, tengah menabur katul di kandang sapinya. Sapi -sapi penghasil susu ini, setiap sore harus diberi makan biar cepat gemuk dan menghasilkan banyak susu.

Marsudi Mulyo Utomo pemilik sapi-sapi penghasil susu itu mengungkapkan, pengembangbiakan sapi perahnya dimulai sejak puluhan tahun. Kemudian, ia membentuk KUD Wahyu Agung pada 2009 silam.

“Kita daftarkan ke Dinas Koperasi Kabupaten Semarang selang setahun kemudian tepatnya pada 2010 dengan menggelar RAT. Setelah itu baru dijadikan koperasi,” paparnya menerangkan.

KUD Wahyu Agung lalu berkembang pesat menjadi koperasi peternak sapi perah yang ada di Desa Sumogawe. Dari semula 250 peternak yang terlibat. Kini jumlahnya membengkak jadi 600 orang.

Produksi susu yang dihasilkan anggota KUD Wahyu Agung per harinya mencapai 25 ribu ton. “Ini merupakan jumlah yang besar untuk memasok kebutuhan susu murni bagi pabrik Frisian Flag di Bandung,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum dikirim ke Frisian Flag, tiap susu hasil perahan para peternak kemudian dimasukan ke mesin pendingin. Baru kemudian dikirim ke Bandung dengan kadar suhu 0 derajat celcius.

Desa Tangguh Susu

Dari total 13 desa sentra penghasil susu sapi di Getasan, penyumbang terbesar berada di Desa Sumogawe. Ia mengaku telah mengantongi surat keputusan dari Bupati Semarang untuk merancang program desa wisata tangguh susu yang diklaim satu-satunya yang ada di Jawa Tengah.

” Desa tangguh susu ini rencananya punya paket wisata berupa sentra-sentra UMKM berbasis makanan dari susu, melihat pemerahan sapi di tiap rumah penduduk.

“Saat ini, usaha susu sapi telah menjadi penopang utama laju perekonomian masyarakat desa kami. Bahkan, melalui usaha seperti ini, banyak warga yang dulunya tidak bisa mengenyam pendidikan dengan memadai, kini bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi. Ini tentunya sejalan dengan misi koperasi dalam memajukan harkat dan derajat anggotanya,” tandasnya.

Sedangkan, Fresh Milk Manager Frisian Flag Indonesia, Efi Lutfiah, menyatakan punya komitmen jangka panjang untuk mengembangbiakan peternakan sapi perah di Indonesia.

“Melalui kegiatan Ngariung Bareng Peternak, menjadi initiatif kami untuk membangun komunikasi antara peternak sapi dengan ahli-ahli peternakan sehingga mampu memajukan kesejahteraan para peternak,” ujar Efi.  (Maya Han)