AMIR Edukasi Masyarakat Pentingnya Hidrasi Sehat

AMIR Edukasi Masyarakat Pentingnya Hidrasi Sehat

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), MPH (kiri), Profesor bidang nutrisi dari Arizona State University Amerika Serikat Stavros A Kavauras (tengah) memaparkan pentingnya hidrasi sehat , di sela-sela The 2nd Indonesian Hydration & Health Conference, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (7/11). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Masyarakat Indonesia secara umum sudah sadar akan pentingnya hidrasi sehat. Hal tersebut terungkap dalam The 2nd Indonesian Hydration & Health Conference (IH2C) dalam rangkaian Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Week, di Jakarta, Rabu (7/11).

IHWG merupakan salah satu kelompok kerja ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Kegiatan IH2C berlangsung sejak 6-8 November 2018.

Secara definisi, hidrasi sehat adalah kecukupan volume air dalam tubuh yang disesuaikan antara kebutuhan dan karakteristik cairan (kimia/fisik/biologi), sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Oleh sebab itu, salah satu yang menjadi bahasan dalam konferensi ini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memenuhi cairan tubuhnya. Profesor di bidang nutrisi dari Arizona State University, Amerika Serikat, Stavros A Kavouras menjelaskan, dalam publikasi Liq.in 7 (European Journal of Nutrition) tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 78% anak-anak, 79% remaja, 72% dewasa dari total 3644 partisipan telah tercukupi kebutuhan cairannya.

Dalam pemenuhan cairan tersebut, air putih adalah kontributor total asupan cairan untuk seluruh umur. Namun , masyarakat Indonesia masih tinggi dalam mengkonsumsi minuman bergula. Rata-rata mereka mengkonsumsi minuman bergula lebih dari 1 porsi (250 ml) per hari.

“Total asupan cairan masyarakat Indonesia sudah meningkat, tetapi hal tersebut diiringi juga dengan peningkatan asupan minuman bergula. Asupan minuman bergula yang berlebihan dapat secara signifikan meningkatkan risiko obesitas, diabetes militus dan penyakit ginjal,” ujar Kavouras.

Ketua IHWG Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), MPH mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya minum air masih sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan status sosioekonomi serta tersedianya akses air minum yang aman.

IHWG bersama dengan PT Tirta Investama (Danone-AQUA) dan Kementerian Kesehatan mengembangkan program Ayo Minum Air (AMIR) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hidrasi sehat.

“Melalui program AMIR kami berupaya untuk membiasakan perilaku minum air yang sehat kepada para siswa sekolah dasar dengan menyediakan gelas dan air saat makan siang di sekolah. Perilaku siswa akan berubah bila di rumah pun juga diterapkan yang sama, sehingga penting kerjasama guru dan orangtuanya,” papar Budi.

AMIR diselenggarakan diberbagai kota di Indonesia dengan tujuan menciptakan dampak positif untuk mendorong kebiasaan minum air yang sehat, terutama pada anak-anak. “Anak-anak perlu inum air putih sebanyak 6 gelas per hari,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)