Wujud Cinta Suami bagi Nita Sampai di Arena Goalball Asian Para Games

Wujud Cinta Suami bagi Nita Sampai di Arena Goalball Asian Para Games

SUMRINGAH - Atlet goalball putri Asian Para Games, Nita Sulastri (kiri) tetap sumringah didampingi suami tercinta, meski kalah telak 0-10 dari Iran di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/10). (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Atlet putri Goalball Asian Para Games keluar dari arena pertandingan dengan wajah lesu lantaran dikalahkan tim kuat Iran, 0-10 pada laga terakhir di babak penyisihan goalball Asian Para Games, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/10). Pun Nita Sulastri, 27, yang tak kalah kecewa. Tapi, wajah Nita sontak berubah cerah ketika sang suami menghampirinya sembari mengucapkan selamat.

“Selamat yang sayang, pertandingan sudah selesai. Saya bangga kamu sudah membela Indonesia meski belum bisa memberi hasil maksimal,” kata suami Nita, Wahid Dudin Nurul Mukminin kepada sang istri meski keduanya belum saling berhadapan.

SHNet yang melihat keduanya lantas mendekatkan mereka karena tak saling melihat. Nita dan Wahid pun berpelukan erat. Media pun ramai meminta Wahid merangkul mesra Nita untuk diabadikan gambarnya.

Nita terus tersenyum disamping sang suami yang jauh-jauh dari Bandung guna memberi suport sang istri di hari terakhir pertandingan babak penyisihan. Menurut Nita, ia dan teman-teman sudah bermain dengan segenap kemampuan yang ada. Tapi, lawan mereka, tim Iran yang akhirnya lolos ke semifinal dan akan menghadapi China pada Kamis (11/10) memang sangat tangguh.

Nita Sulastri dan suami, tak saling tahu wajah pasangan seperti apa, tapi keduanya sama-sama yakin berwajah mirip. (SHNet/Nonnie Rering)

Meski begitu, Nita yang sudah 4 tahun menikah dengan Wahid yang berprofesi sebagai tukang pijit panggilan dan dikaruniai seorang putri berusia 4 tahun, Linda Nurul Akifah mengaku sangat bangga bisa ikut membela tim Indonesia di ajang internasional Asian Para Games 2018 ini.

“Saya ini kan aslinya atlet atletik, lompat jauh di Bandung tapi juga dapat tambahan goalball. Maret lalu ditarik ikut pelatnas goalball di Solo. Saya senang sekali karena akan membela nama Indonesia, meski harus berjauhan dari suami dan anak. Ini kebanggaan buat saya dan keluarga karena saya ini hanya atlet daerah,” cerita Nita, atlet goalball putri Indonesia yang mulai berpacaran dengan suaminya sejak masih di Sekolah Luar Biasa Wyata Guna setingkat SMP di Bandung.

Sejak mulai berpacaran dengan sang suami, Nita mengaku langsung merasa Wahid akan menjadi jodohnya. Meski ia tak tahu bagaimana wajah sang suami, Nita yakin wajah keduanya mirip sehingga pasti berjodoh.

“Alhamdulilah dia suami yang baik. Lihat saja, rela jauh-jauh dari Bandung memberi dukungan pada saya, saya tahu, ia sudah memprediksi kami akan kalah melawan Jepang juga Iran dari banyak cerita orang dan perasaanya. Tapi, ia tak peduli dan tetap datang karena ingin membahagiakan saya. Ya, begitulah cinta,” cerita Nita terkagum-kagum soal sang suami.  (Nonnie Rering)