Terjalin Pengertian RI Dan Portugal Tentang Dekolonisasi Portugis Timor

Menteri Santos Menuju Dilli

Terjalin Pengertian RI Dan Portugal Tentang Dekolonisasi Portugis Timor

Jakarta, 19 Oktober 1974 – Pokoknya suatu pengertian telah dapat dibina antara pihak Portugal dan kita mengenai proses dekolonisasi wilayah Portugis dan kita mengenai proses dekolonisasi wilayah Portugis Timor.

Dapat kita harapkan bahwa mereka sekarang akan bersikap lebih obyektif terhadap semua aspirasi yang ada dikalangan rakyat di sana dan juga mendapat gambaran yang lebih jelas dari pemikiran kita sendiri mengenai masalah tersebut, demikian Menlu Adam Malik kepada “SH” Sabtu pagi di pelabuhan udara Kemayoran.

Menlu bersama staf teras Deplu mengantarkan Menteri Urusan Koordinasi Antar Wilayah Seberang Lautan Portugal Dr. Almeida Santos yang berangkat menuju Dilli (Portugis Timor) dengan menumpang pesawat Pelita Air Service F-28.

Ia tiba di Jakarta Rabu malam dari Singapura.
Menteri Urusan Koordinasi Antar Wilayah Seberang Lautan Portugal Almeida Santos mengatakan bahwa suatu negara Timor Portugis merdeka tidaklah realistis.

Ketika memberikan keterangan pers sewaktu tibanya Rabu malam maupun dalam konferensi persnya Jum’at malam di Hotel Indonesia, Santos lebih jauh menjelaskan bahwa kemerdekaan politik tanpa suatu dukungan kemerdekaan ekonomi bukanlah suatu kemerdekaan sejati.

Dikemukakan selanjutnya bahwa di Timor Portugis terdapat 3 kelompok politik, dimana kelompok minoritas menghendaki kemerdekaan sepenuhnya. Dalam hubungan ini Santos mengingatkan bahwa kemerdekaan semacam itu akan mudah dipengaruhi negara ketiga yang bisa menimbulkan munculnya bentuk kolonialisme baru.

Akan tetapi ia menegaskan bahwa Portugal akan menghormati kehendak rakyat terbanyak pada koloni tersebut “Apapun hasilnya kami akan menerimanya”, demikian Santos.
Sikap Portugal sejauh menyangkut Timor Portugis, menurut Santos “adalah lebih banyak bersifat kehormatan dari pada kepentingan”.

Masa depan
Berbeda dengan berita yang pernah disiarkan pers selama ini yang seolah-olah mengatakan bahwa referendum di Timor Portugis akan dilaksanakan sekitar Maret 1975, Menteri Santos mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada suatu tanggal yang pasti/ditentukan.

Ia menjelaskan bahwa pada bulan Maret nanti yang akan diadakan barulah pemilihan umum di seluruh wilayah Portugis (termasuk Timor Portugis) untuk memilih Dewan Pembuat Konstitusi (UUD) 6 bulan setelah Dewan itu terbentuk, diperkirakan hubungan antara Portugal dengan koloninya baru akan ditentukan, dengan demikian masa depan Timor Portugis masih akan dirumuskan oleh dewan tersebut.

Santos menjelaskan bahwa pelaksnaan pemilihan umum di Timor Portugis itu akan didasarkan pada azas satu orang satu suara.
Dalam hubungan ini ia mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pemerintah Portugal akan mengundangka UU yang akan melegalisir partai politik yang sudah berdiri sekarang ini di Timor Portugis. (SH)