Surat Presiden Sovyet Kepada Presiden Soeharto

Surat Presiden Sovyet Kepada Presiden Soeharto

Jakarta, 16 Oktober 1968 – Surat Presiden Nikolai Podgorny dari Uni Sovyet yang isinya minta pembatalan hukuman mati terhadap tokoh yang terlibat G30S/PKI telah disampaikan pada Presiden Soeharto, demikian menurut keterangan sumber yang mengetahui Rabu kemarin.

Surat itu disampaikan oleh Dubes Sovyet di Jakarta, MD. Sytenko dalam kesempatan pertemuan dengan Kepala Negara hari Jum’at pekan yang lalu. Sejauh itu belum ada tanggapan resmi dari pemerintah RI.

Sebagaimana diketahui awal bulan ini Presiden Soeharto telah menyatakan menolak permintaan grasi lima terhukum yang terlibat G30S/PKI. Nama-nama mereka ialah Syam, bekas Brigjen Supardjo, Sudisman, Nyono dan Wirjo Martono.

Isi surat Podgorny
Dalam suratnya itu Podgorny menyatakan bahwa keputusan untuk melaksanakan hukuman mati “sangat mengejutkan rakyat Sovyet”. Dikatakan bahwa “adalah sulit untuk menhindari adanya kesan, bahwa keputusan tersebut diambil dibawah tekanan kekuatan, termasuk kekuatan di luar Indonesia yang tidak puas dengan darah ratusan ribu rakyat Sovyet, saya menyerukan kepada Tuhan, sudilah memperlihatkan rasa perikemanusian tuan dan menyelamatkan hidup mereka yang dihukum itu”.

Pernyataan PKUS
Sebelumnya pada hari Jum’at pekan yang lalu, juga diumumkan oleh Moskwa pernyataan komite sentral Partai Komunis Uni Sovyet (PKUS), bahwa Indonesia “harus memikul konsekwensinya yang membawa malapetaka” jika hukuman mati itu dilaksanakan. (SH)