Sujud Syukur Atlet Goalball Iran Tanda Terima Kasih dan Cinta Indonesia

Sujud Syukur Atlet Goalball Iran Tanda Terima Kasih dan Cinta Indonesia

SELEBRASI - Mohammad Jomairan Parnia melakukan selebrasi dengan sujud syukur usai membekap tim China, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (12/10) sore.

SHNet, JAKARTA – Tim putra Goalball Iran memastikan medali emas setelah menekuk  juara bertahan China di partai final goalball Asian Para Games 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (12/10) sore.

Room Raflessia pun sontak riuh gemuruh dengan sorakan para pemain Iran dan pendukungnya yang bersorak kegirangan sambil berlari keliling lapangan.

Tak cuma itu. Sebagian dari mereka pun melakukan selebrasi dengan cara masing-masing. Adalah Mohammad Jomairan Parnia yang berselebrasi dengan berlari sambil melambai-lambaikan bendera Iran berwarna dasar hijau putih merah itu sambil sesekali menciumnya.

Puncak selebrasinya dilakukan dengan membentangkan bendera Iran di lantai lalu bersujud syukur berulang-ulang. Penglihatan Parnia -begitu ia disapa- memang terganggu. Tapi ia mengaku tahu persis kalau orang-orang Indonesia banyaks sekali yang mendukung tim Iran.

Tim goalball putra Iran berbahagia usai menerima trofi juara. (SHNet/Nonnie Rering)

“Saya bisa merasakan getarannya, bagaimana penonton begitu mencintai kami karena sorakan kepada kami selalu bergemuruh. Terima kasih Indonesia. Saya cinta Indonesia sejak pertama kali sampai disini. Meski tak bisa dengan benar melihat, saya bisa merasakan senyum setiap volunteer yang melayani kami, juga penonton. Mereka ramah dan terasa sangat tulus melayani kami,” ujar Parnia.

Ia juga menyatakan kalau faktor itulah yang membuat Parnia dan teman-teman begitu bersemangat hingga akhirnya bisa tampil di final dan mengalahkan juara bertahan China.

“Terima kasih Indonesia, saya cinta Indonesia. Kami cinta Indonesia,” tutur Parnia yang usai Asian Para Games sudah langsung mempersiapkan diri untuk tampil di Kejuaraan Dunia Para Goalball di Amerika pada 2019 nanti.  (Nonnie Rering)