Ronda Kampung Digalakkan

Kapolri Letjen Widodo

Ronda Kampung Digalakkan

Jakarta, 11 Oktober 1974 – Partisipasi masyarakat dala membantu Polri menanggulangi masalah keamanan dan ketertiban sangat perlu karena itu saya anjurkan kepada masyarakat untuk memperjuangkan hak-haknya.

Kalau ada kejadian kejahatan, masayarakat mempunyai hak lapor atau hak untuk mempertahankan miliknya disaat mana terjadi kejahatan.

Anjuran ini disampaikan Kapolri Letjen Widodo Budidarmo dalam pertemuan pers dan acara buka puasa dengan pimpinan surat kabar ibukota dan wartawan di Jakarta Kamis malam yang lalu.

Ronda kampung digalakkan
Kesiagaan masyarakat dalam menghadapi kejahatan itu tetap perlu dan karena itu sistem ronda kampung yang selama ini pernah kita lakukan di seluruh Indonesia supaya digalakkan, demikian Kapolri.

Terhadap supir truk atau bus dan keneknya yang sudah mempunyai kebiasaan untuk “bersalam tempel” dengan oknum polisi lalu lintas di jalanan, Kapolri mencela sikap yang sudah mulai “membudaya” itu.

Malahan ada dari kalangan bapak yang merasa tidak mau repot berurusan dengan polisi, sang bapak tersebut menyodorkan sejumlah uang.

Kalau pola dibiarkan terus, malahan akan mengembangkan kebobrokan dalam tubuh kepolisian dan masyarakat itu sendiri, demikian ditegaskan Kapolri.

Penyempurnaan tubuh Kepolisian
Dijelaskan oleh Kapolri bahwa dalam tubuh kepolisian sekarang ini bidang pendidikan makin ditingkatkan demikian juga latihan di lapangan. Pada masa sekarang terhadap penanggulangan masalah kejahatan yang menonjol pihak Kepolisian akan bekerjasama dengan pihak Angkatan lainnya.

Pihak Kepolisian tetap terbuka terhadap setiap kerjasama dengan masyarakat dan pimpinan Polri menyadari bahwa dalam tubuh Kepolisian masiha ada kekurangan. Polisi tetap bersedia untuk dikoreksi.

Kapolri juga menegaskan setiap perbaikan ke dalam tubuh kepolisian akan ditangani dengan serius kalau memang ada anggota polisi yang salah, yah harus disalahkan tetapi kalau anggota polisi itu benar harus pula dibenarkan.

Dianjurkan kepada masyarakat kalau ada laporan terhadap polisi pada eselon Sekko tidak mendapat tanggapan supaya dilaporkan ke atasannya Komwil kalau mengalami nasib yang sama, harap dilaporkan ke Kadapolnya tetapi kalau juga tidak mendapat tanggapan supaya dilaporkan kepada Kapolri, demikian Letjen Widodo.

Bukan “Lips Service”
Sikap keterbukaan Polri tidaklah hanya “Lips Service” atau hanya “ucapan di bibir” saja, kata Kapolri. Tetapi kalau ada tindakan oknum Polri yang menyeleweng, janganlah korps secara keseluruhan disalahkan. “Saya sadari bahwa seorang oknum Polri membuat kesalahan itu dapat mengakibatkan korps ternoda”, kata Kapolri.

Khusus terhadap pimpinan Polri di daerah, Kapolri juga menganjurkan sikap yang lebih terbuka dalam melayani masyarakat terutama dalam kerjasama dengan para wartawan.
Saya mau kerjasama yang fair, jujur, dan obyektif, kata Kapolri.
Acara jumpa pers Kamis malam ini juga dihadiri oleh pejabat teras Mabak dan Kepala Dispen Mabak Kol. Polisi Suwarno. (SH)