Rencana Menyeluruh Kerukunan Beragama Dalam Menghadapi Pembangunan

Menhankam Panggabean Sarankan

Rencana Menyeluruh Kerukunan Beragama Dalam Menghadapi Pembangunan

Jakarta, 31 Oktober 1974 – Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal TNI M. Panggabean menyarankan dalam menghadapi pembangunan nasional dewasa ini perlu kiranya diadakan perumusan satu rencana strategi jangka pendek, sedang dan panjang yang mengenai kerukunan beragama.

Dalam prasarannya pada seminar “menggali ajaran agama untuk mendorong berhasilnya pembangunan” yang diselenggarakan di Banda Aceh dari tanggal 28 Oktober – 1 November 1974, Menhankam selanjutnya mengatakan adanya sikap rukun dalam melaksanakan ajaran agama masing-masing merupakan faktor positif bagi berhasilnya pembangunan.

Jenderal Panggabean menegaskan, hubungan antara agama dan pembangunan tidak hanya terletak pada ajaran agama itu sendiri maupun pada konsepsi pembangunan nasional saja, melainkan terletak pada masalah komunikasi agama dalam lingkungan pembangunan, pola budaya dan sistem nilai yang beraneka ragam di Indonesia.

Sejajar
Lebih jauh dikatakan oleh menteri dalam kebudayaan Indonesia sumber moral adalah agama dan agamalah yang memberikan petunjuk kepada umatnya mengenai norma agama dan menghindarkan diri dari kelemahan manusiawi sehingga cita-cita pembangunan akan dapat tercapai sebaik-baiknya.

Dasar moralitas dari pembangunan nasional, demikian menteri nampak jelas pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Karena itu, kata menteri pula, apabila dipelajari tujuan hakekat, landasan azas pembangunan dapatlah disimpulkan bahwa pembangunan nasional berdiri di atas dasar moralitas yang berjalan sejajar dengan pandangan hidup dan dunia bangsa Indonesia. (Sinar Harapan)