Rakyat Arahkan Harapan Kepada ABRI

Ketua Presidium/Menutama Jenderal Soeharto

Rakyat Arahkan Harapan Kepada ABRI

Jakarta, 5 Oktober 1966 – Kekuatan utama Angkatan Bersenjata kita sepanjang perjuangan kemerdekaan terletak pada persatuan, kesadaran kebangsaan dan kewaspadaan mengamankan dan mengamalkan falsafah Pancasila.

Dengan modal yang bersumber kejiwaan itulah kita mempertahanan kemerdekaan dari agresi dan intervensi imperialis yang mempunyai senjata dan alat perlengkapan yang modern. Dengan modal patriotisme Pancasila itu pula kita berhasil Angkatan Bersenjata yang kuat dan modern.

Sikap dan karya prajurit akan dijadikan Barometer
Demikian Jenderal Soeharto mengatakan ini dalam pidatonya menyambut Hari Ulang Tahun ABRI ke-21 yang diucapkan Selasa malam melalui RRI-TVRI.

Dikatakan, bahwa yang penting bagi kita sebagai prajurit pembina mempertahanan nasional dan pembina pertahanan revolusi bukanlah menghafalkan dan pengucapan kata-kata dari Pancasila dan Sapta Marga akan tetapi memahami meresapkan dan mengamalkan isi dan jiwanya dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari sebagai prajurit dan dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai warga negara RI.

Menteri/Pangal Laksamana Madya Laut Muljadi serta mengadakan peninjauan ke Lemhamar (Lembaga Pertahanan Maritim) di Cipulir, Kebayoran Lama.
Hari Senin setibanya tim militer Malaysia ini dari Kuala Lumpur, mereka telah diterima Menutama/Menteri Pangad Jenderal Soeharto.

Dalam pertemuan ramah tamah dan penuh keakraban dengan para Menteri/Panglima Angkatan antara lain dibicarakan hubungan diantara kedua negara khususnya setelah selesainya konfrontasi antara Indonesia-Malaysia.

Tamu-tamu Malaysia diantar oleh Wapang II Kolaga Laksamana Muda Udara Leo Wattimena, Kepala Staf Komstralaga KOmodor Laut F. Suak, Ketua G-5 Kolaga Brigjen Soediharsono Prodjodisono serta perwira Kolaga.

Terutama dimana rakyat didalam keadaan kekacauan politik dan ekonomi yang ditimbulkan oleh Orde Lama dan G-30S/PKI mengarahkan harapan dan kepercayaan kembali kepada kita sebagai Angkatan Bersenjata, adalah kewajiban kita menjadi contoh dan teladan dalam memulihkan keamanan dan ketenangan dalam kehidupan masyarakat.

Prajurit demi prajurit, kesatuan demi kesatuan, harus memperlihatkan pengertiannya tentang kesulitan yang sedang dihadapi pemerintah dan rakyat. Pengertian dan rasa prihatin sebagai sumber dan landasan untuk dapat menanggulangi semua kesulitan secara berencana dan secara gotong royong antara prajurit dan prajurit antara kesatuan dengan kesatuan, antara angkatan dengan angkatan. antara prajurit dengan rakyat, antara kesatuan dengan rakyat dan antara angkatan bersenjata dengan rakyat. (SH)