Presidennya Kelahiran Indonesia

Republik Luconia

Presidennya Kelahiran Indonesia

Munich, Jerman, 7 Oktober 1974 – Beberapa lusin tamu di sebuah gudang bir di Munich, Jerman Barat memproklamirkan republik baru Luconia hari Sabtu dua pekan yang lalu dimana mereka bermaksud untuk membuka perdagangan dan pariwisata sebagai suatu sarana penunjang.

Kepulauan berbatas karang di sebelah barat daya Kalimantan kira-kira 4 kali besarnya Luxembourg itu belum pernah diumumkan oleh siapapun sebagai suatu negara, kata penduduk warganegara baru Luconia pada pertemuan di gudang bir itu.

Mereka memilih George Ischak Ibrahim Guarghias Irghen (40 tahun) menjadi Presiden, seorang kelahiran Indonesia, wartawan yang kini menetap di Wina.

Seorang pedagang, Hansjoachim Heindl dipilih menjadi perdana menteri dan jaksa agung Munich Otto M Knoll dipillih menjadi calon menteri kehakiman di sebuah pulau yang pada masa yang silam cuma dikenal oleh para bajak laut yang menggunakannya sebagai suatu pangkalan untuk memperdagangkan barang rampasan mereka.

Penduduk Luconia mengatakan mereka bergerak di dalam batas pemerintahan hukum internasional yang menyatakan bahwa pulau di luar batas wilayah sebuah negara lainnya yang dapat diklaim oleh setiap orang jika ada kekuasaan yang berdaulat yang mengaturnya selama 20 tahun yang silam.

Inilah kasus yang berlaku di Luconia, kata penduduk tersebut, dimana baik de facto maupn de jure tidak ada suatu negara atau pemerintahan lain mengklaim menghuni dan mengatur pulau itu.
Klaim itu pertama kali diadakan, kata mereka ketika Irghen menginjakkan kakinya di pulau penting itu pada tanggal 5 Desember 1973.

penduduk Luconia bermaksud untuk membangun ibukota Verhey di pulau kudalaut itu dan mendirikan pemerintahan mereka disana, demikian diumumkan di Munich. Untuk waktu ini, Presiden dapat dihubungi di Perchtolsdorf dekat Wina Austria, demikian berita susulan “AP” yang diterima dari Munich.

Sebegitu jauh belum terdengar pengakuan atau tanggapan dari negara lain terhadap kedaulatan yang diproklamirkan di gudang bir terkenal “Lowenbrau” itu.
Kepulauan karang itu jauhnya beberapa puluh mil lepas pantai Sarawak (Malaysia) dan Brunei (lihat peta). (SH/AP)