Pameran Koran-Koran Tua Di Museum

Pameran Koran-Koran Tua Di Museum

Jakarta, 3 Oktober 1968 – Pameran suratkabar koleksi perpustakaan Museum Pusat yang akan berlangsung selama 2 minggu dibuka di Museum tersebut pada hari Rabu pagi, dengan dihadiri oleh sejumlah undangan diantaranya Duta Besar Jerman Hilmar Basler, beberapa pejabat perwakilan asing di Jakarta, Mayjen Harsono dll.

Pameran yang merupakan hasil kerjasama antara pihak Museum Pusat dengan Yayasan Idayu dan Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional, meliputi berbagai suratkabar yang terbit di Indonesia dari tahun 1810 hingga saat ini baik terbit dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

Nampak antara lain “Bataviasche Koloniale Courant” yang terbit dalam tahun 1810 dengan beritanya tentang meletusnya Gunung Krakatau pada tanggal 30 Agustus 1883 “De Locomotif” yang terbit dalam tahun 1864 dengan beritanya tentang Kerja Paksa/Rodi, “Atjehsche Courant” dari tahun 1893 dengan berita perang Aceh “Penghela Rakyat” dari tahun 1947 dengan Naskah Linggar Jati “Aneta Nieuws” dengan berita hangat tentang pecahnya pemberontakan PKI Madiun dll.

Disamping itu juga dipamerkan beberapa buku koleksi tertua dari Museum Pusat, yakni berasal dari tahun 1556 dengan judul “Terzo Volvme” dalam bahasa Italia dan “Staatsblad van Nederlandsch-Indie” dll.

Dalam kata sambutannya Kepala Perpustakaan Museum Pusat, Mastini Hardjoprakoso, menerangkan bahwa pada waktu ini koleksi perpustakaannya meliputi 650 judul suratkabar, 9.000 macam penerbitan berkala dan 350.000 jilid buku dalam berbagai bahasa.

Selanjutnya dikemukakan bahwa usaha pengumpulan buku-buku itu dimulai pada tanggal 24 April 1778 dan Museum Pusat merupakan salah satu museum tertua dan terbesar di Asia.

Menpen dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sumarmo dari Deppen sangat menghargai usaha pihak Museum Pusat untuk menyelenggarakan pameran pers tersebut dan menekankan makna pengabdian museum di bidang sejarah ilmu pengetahuan dan kebudayaan. (SH)