Orde Baru Irasionil Akibat Terbelakang Informasi

Orde Baru Irasionil Akibat Terbelakang Informasi

Jakarta, 13 Oktober 1967 – Ketua MPRS Jenderal Dr. A. H. Nasution menyatakan bahwa dalam tubuh Orde Baru ada ekses maupun oknum ekstrimis yang bisa diexploitir oleh Gerpol dengan isu negara Islam, militerisme dan sukuisme.

Dikatakan bahwa sesudah Sidang Istimewa MPRS berangsur-angsur timbul kekaburan dan frustasi bagi pelopor Orde Baru yang merasakan proses peng-Orbaan kurang cepat atau kurang tegas tetapi syukur dengan kesadaran Panglima se-Jawa lahirlah tekad Jogya yang mempertegas kembali Orde Baru sehingga peng-Orbaan mendapat momentum kembali.

Jenderal Nasution yang menyatakan hal ini dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Munas I Pelopor Pemuda Progresif Indonesia/SOKSI Kamis siang di Cibogo selanjutnya mengemukakan bahwa dalam hal Gerpol Orla/G30S harus diakui bahwa di daerah terutama pulau Jawa rakyat masih banyak yang tertutup dari penerangan Orde Baru.

Hal ini menurut Ketua MPRS disebabkan karena penguasa lokal dalam aparatur penerangan pemerintah serta sementara pers ada yang alpa atau dikuasai oleh Orla sehingga rakyat di pelosok tak tahu tentang hasil MPRS dan penyelewengan Orla terhadap Pancasila/UUD 45 dan tak tahu tentang korupsi dan salah urus rezim Orla yang telah mentelantarkan rakyat.

Jenderal Nasution menyatakan bahwa hal ini merupakan tantangan berat bagi alat penerangan kita untuk mendobrak keterbelakangan informasi tersebut karena terdapatnya Orba Irasionil oleh emosi dan tidak menggunakan pikiran sehatnya, adalah akibat tertutup dari informasi kebenaran sehingga tak jarang mereka dapat diisi dengan mis-informasi bahkan juga fitnah dan psywar G30S dan Orla. (SH)