Menristekdikti Ungkap Keunggulan Sebuah Perguruan Tinggi

Menristekdikti Ungkap Keunggulan Sebuah Perguruan Tinggi

menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Ist)

 

SHNet, Parung- Menteri Riset. Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan beberapa keunggulan utama sebuah perguruan tinggi.

Menurutnya, keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari jumlah gedung, fasilitas atau jumlah dosen dan mahasiswa yang dimiliki. “Yang lebih penting adalah kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. Menghasilkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat,” ujarnya saat melakukan peletakan batu pertama Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), di Parung, Bogor, Selasa (9/10).

Ia juga mengingatkan agar UNUSIA tetap dijaga sebagai lembaga akademik dan benteng kekuatan moral bangsa yang mampu memberi warna pada arah dan realisasi pembangunan nasional Indonesia, mengamalkan mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Islam dalam wajahnya yang ramah dan damai.

Selain itu UNUSIA diharapkan senantiasa mampu menjadi motor penggerak untuk melestarikan ideologi Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan pemersatu bangsa, sebagaimana visi UNUSIA sebagai perguruan tinggi unggul berbasis keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.

Menteri Nasir mengungkapkan perguruan tinggi terutama UNUSIA harus terus melakukan relevansi pendidikan tinggi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, agar para lulusan memiliki kompetensi serta keterampilan yang tepat. Lulusan UNUSIA harus mampu menjadi SDM yang siap menghadapi berbagai perubahan zaman, siap menghadapi industri 4.0, dan terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan bangsanya.

“UNUSIA harus terus meningkatkan perannya dalam menghasilkan pengetahuan baru berkelanjutan, menghasilkan peneliti yang dapat meningkatkan kontribusi sains dan teknologi di Indonesia, serta harus mampu mendapatkan akreditasi A dalam kurun waktu 10 tahun mendatang agar dapat meningkatkan daya saing lulusan, institusi, dan daya saing bangsa Indonesia secara integratif,” ucap Menteri Nasir.

Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Agus Indarjo, Staf Khusus Menteri Bidang Kerjasama antar Lembaga Jadibi Ritonga, Dewan Penasehat PBNU Mustasyar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, serta civitas akademika dan tamu undangan lainnya. (Stevani Elisabeth)