Menonjolkan Kekhasan Budaya Daerah dan Memberi Inspirasi

Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2018

Menonjolkan Kekhasan Budaya Daerah dan Memberi Inspirasi

ist

SHNet, Denpasar – Kegiatan Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2018 yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Jumat (19/10) sore WITA menjadi sebuah perhelatan besar Pemerintah Nasional dan khususnya ajang bagi Pemerintah Daerah yang mengedepankan kemajuan perkembangan desa-desa di Indonesia.

Diikuti oleh para pemimpin Pemerintah Daerah beserta jajaranya, baik para Kepala Dinas PMD masing-masing daerah, Bupati, Camat, serta Lurah serta Kepala Desa, dan tidak ketinggalan Tim Penggerak PKK, ketua Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang, menjadi juara Lomba Tingkat Provinsi tahun ini.

Acara dalam kegiatan tersebut termasuk padat dan juga meriah karena sebelum dibuka dan diresmikan oleh presiden akan ada pawai/defile dari masing-masing provinsi dengan menonjolkan kekhasan budaya daerahnya sendiri. Siapa yang menampilkan rombongan pawai yang atraktif/unik namun disiplin, itu akan dinilai dan akan diberi penghargaan pada penutupan acara.

Bertempat di Kawasan Garuda Wisnu Kencana, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara lokakarya (workshop) yang mengetengahkan pemecahan masalah yang terdapat pada desa masing-masing sekaligus menjadi ajang sharing inovasi dan informasi perkembangan desa dan kelurahan.

Tidak ketinggalan pula lomba Cerdas Cermat tentang Pemahaman Terhadap Undang-undang Desa dan turunannya serta pemahaman regulasi-regulasi terkait kelurahan. Dan dalam kegiatan tiga hari tersebut, para pengunjung juga akan bisa melihat perkembangan desa/kelurahan inovasi serta keunggulan desa/kelurahan tersebut di bidang pemerintahan, kewilayahan, kemasayarakatan serta teknologi tepat guna berprestasi yang ditampilkan di stan-stan pameran masing-masing provinsi.

Di hari terakhir (21/10), para peserta akan diajak untuk melakukan kunjungan lapangan ke beberapa desa berprestasi di Bali, yakni Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Desa Punggul Kecamatan Abiansemal, Kelurahan Kubu Kecamatan Bangli, serta Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur. Hal tersebut dilakukan agar peserta mendapat inspirasi sehingga bisa diadopsi serta dimodifikasi untuk diterapkan ke wilayahnya masing-masing. (TJE)