Mendikbud: Keharusan, Pelibatan Orang Tua dalam Pendidikan

Mendikbud: Keharusan, Pelibatan Orang Tua dalam Pendidikan

Malam Apresiasi Pendidikan Keluarga Ke-3 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (25/10). [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Pendidikan dimulai dari keluarga dan orang tua adalah pendidik utama. Oleh karena itu, peran aktif dan pelibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah suatu keharusan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengatakan hal ini dalam sambutannya pada Malam Apresiasi Pendidikan Keluarga Ke-3 di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Kamis (25/10).

Acara Apresiasi Pendidikan Keluarga sendiri telah diinisiasi sejak tahun 2016. Apresiasi untuk kali ketiga diberikan langsung Mendikbud kepada Orang Tua Hebat dan Sekolah Sahabat Keluarga.

Mendikbud mengatakan, pendidikan dimulai dari keluarga dan orang tua sebagai pendidik utama. Oleh karena itu, peran aktif dan pelibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah suatu keharusan.

“Untuk terwujudnya hal tersebut diperlukan dorongan, upaya peningkatan kemampuan, dan contoh-contoh praktik baik. Pemberian apresiasi kepada semua pihak yang terkait dengan upaya ini merupakan salah satu cara untuk menggiatkan upaya tersebut,” kata Mendikbud.

Mendikbud menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam pendidikan anak di satuan pendidikan, untuk mendukung terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter berlandaskan prinsip gotong-royong.

Sekolah Sahabat Keluarga
“Keluarga sebagai salah satu pilar dalam tri sentra pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung keberhasilan pendidikan nasional,” tutur Mendikbud.

Selain memberi penghargaan kepada orang tua yang dinilai berhasil mendidik anak-anak Apresiasi Pendidikan Keluarga juga memberikan penghargaan kepada Sekolah Sahabat Keluarga, yakni sekolah yang menampilkan praktik baik pelibatan orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan.

Penyelenggaraan Apresiasi Pendidikan Keluarga kali ini menghadirkan 83 penerima penghargaan, terdiri dari 10 keluarga hebat terpilih, 40 pemenang lomba jurnalistik dan blog, 12 pemenang lomba film/video pendek, dan 21 sekolah sahabat keluarga mulai tingkat PAUD hingga SMA/K. Pada acara ini, ada pula pemberian penghargaan kepada pemenang lomba film/video pendek tentang kiat keluarga dalam mendidik anak (dokumenter), dan video praktik baik yang bersifat info layanan masyarakat, serta lomba jurnalistik dan blog.

Selain menerima penghargaan, para pemenang lomba dan nominasi juga diberi berbagai bentuk edukasi pendidikan keluarga oleh pada motivator dan narasumber sesuai dengan kategori penghargaan.

“Saya berharap melalui acara Apresiasi ini, kami dapat mensosialisasikan pendidikan keluarga di masyarakat, memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan keluarga dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berbudaya prestasi, serta meningkatkan intensitas pelibatan keluarga dalam pendidikan anak-anak,” kata Mendikbud.

Pentingnya Kemitraan Pemangku Kepentingan
Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar, menyampaikan hal senada. Ia berharap agar acara ini menjadi sarana untuk menyebarluaskan pentingnya kemitraan antara orang tua, peserta didik, kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, semua pihak perlu terlibat untuk menyukseskannya,” ujar Harris.

Pada kesempatan ini, Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Sukiman, mengungkapkan, kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan edukasi bagi masyarakat bahwa keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak memiliki peran utama dalam keberhasilan anak di masa yang akan datang.

“Dampak keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar anak di sekolah berlaku di setiap jenjang pendidikan, dimulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi,” katanya.

Sukiman juga memaparkan, bahwa sejak dibentuk pada tahun 2015, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga telah menyediakan layanan pendidikan keluarga di 237.332 satuan pendidikan di semua jenjang pendidikan atau mencapai 55% dari 429.768 jumlah satuan pendidikan di Indonesia. Ia berharap pada tahun 2019, semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan keluarga.

“Untuk mendukung itu, kami berharap seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/D, sektor swasta, dan masyarakat dapat turut membantu dan terlibat aktif dalam program pendidikan keluarga di Indonesia, “ kata Sukiman. (whm/PR).