Melihat Lebih Dekat Pesona Atambua

Melihat Lebih Dekat Pesona Atambua

Pantai Atapupu, Atambua. (Dok.Indonesiakaya.com)

SHNet, Belu- Kabupaten Belu merupakan daerah perbatasan yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sekarang ini mulai dilirik oleh wisatawan.

Bagi kalangan travelers, pesona alam di wilayah ini sangat eksotik sebagai karang kering dan berbatu yang dipadukan engan adat istiadat serta budaya setempat.

Selama berada di Atambua, ibukota Belu ini, para wisatawan dapat berkunjung ke pantai dengan latar spot hutan mangrove di setiap sudut, kawah Masinlulik, Desa Wisata Kamanasa, rumah tradisional Lorodirma, Matabesi, Benteng Buat dan masih banyak lagi.

Khusus untuk millenials, salah satu obyek wisata yang patut dikunjungi adalah Jobugujur Bakelin Hill. Di lokasi ini, wisatawan dapat dengan leluasa memanjakan mata dengan panorama alam yang mempesona dari puncak bukit.

Rumah tradisional Lorodirma. (Ist)

Kedua kota menarik tersebut berada di Pulau Timor, salah satu pulau besar di propinsi ini. Kupang ada di bagian paling barat, sedangkan Atambua berlokasi strategis di tengah pulau. Terkenal dengan julukan kota mutiara di Gugusan Kepulauan Sunda, Kupang dan Atambua semakin ramai dikunjungi.

Pada 25 Oktober mendatang, maskapai penerbangan Wings Air akan terbang dari Kupang dan Belu.

Penambahan jadwal terbang satu kali setiap hari yang dilayani pergi pulang (PP) secara regular. Dari Kupang melalui Bandar Udara Internasional El Tari (KOE) menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo (ABU) yang berada di Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, NTT.

Wings Air menawarkan waktu keberangkatan terbaru dari Kupang pada 13.10 WITA bernomor IW-1955 dan jadwal kedatangan di Atambua pukul 13.55 WITA. Untuk rute sebaliknya, dari Atambua menuju Kupang IW-1954 akan berangkat pukul 14.15 WITA, diperkirakan tiba pukul 15.00 WITA dengan estimasi jarak tempuh 45 menit.

Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan, mengungkapkan, “Penambahan jadwal penerbangan dari Kupang ke destinasi favorit NTT merupakan langkah strategis guna mengakomodir kebutuhan permintaan wisatawan, pebisnis dan masyarakat terhadap transportasi via udara. Frekuensi Wings Air yang lebih banyak ini, optimis bisa memberikan nilai lebih dari segi biaya dan waktu.”

“Komitmen Wings Air adalah mempermudah akses mobilitas orang dan barang melalui kota penghubung (hub) Kupang. Keunggulan lainnya, semakin memberikan banyak pilihan waktu keberangkatan pesawat menuju Atambua. Sebelumnya, yaitu 21 September 2018 kami juga menambah satu frekuensi terbang dari Kupang ke Waingapu, Ende dan Bajawa, sehingga menempatkan Kupang sebagai alternatif kota transit terbaik khususnya di Indonesia bagian timur,” papar Redi.

Wings Air berharap dapat semakin membantu dan berkontribusi positif dalam perkembangan daerah sejalan program pemerintah. Konektivitas di NTT semakin terbuka sebagai salah satu pusat ekonomi baru yang mempunyai sentra kerajinan, industri kreatif dan pertumbuhan sektor lainnya.

Redi mengatakan, kesungguhan Wings Air ialah seiring mendukung program pemerintah untuk mendatangkan turis dan membantu percepatan ekonomi daerah sejalan dengan pembukaan bandar udara baru di daerah, sebagai salah satu gerbang wisata. Tidak hanya itu, hal ini dilakukan untuk lebih menarik minat wisatawan asing dan nusantara dengan mengoptimalkan pangsa pasar pariwisata. “Masing-masing destinasi memiliki kearifan lokal yang diharapkan bisa menumbuhkan geliat kunjungan wisata dan bisnis terus meningkat,” ujarnya.

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada Juli 2018 berjumlah 205.413 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 193.741 orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel berbintang di propinsi ini pada Juli 2018 tercatat 63,26%, naik 16,05 poin dibanding TPK Juni 2018 yaitu 47,21%. Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada Juli tahun ini selama 1,74 hari, terdiri tamu nusantara menginap selama 1,64 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 3,10 hari.

Wings Air mengoperasikan pesawat jenis turboprop, yang diharapkan akan semakin menjadikan pengalaman perjalanan wisatawan dan pebisnis lebih berkesan. ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi, dapat menambah sensasi penerbangan antara lain pintu untuk penumpang hanya satu diletakkan di bagian belakang pesawat sebelah kiri.

“Kami optimis rute-rute di NTT termasuk Atambua terus tumbuh yang didukung fasilitas perjalanan antardestinasi, yang menawarkan bagi travelers cara bepergian semakin cepat dan efektif dengan pesawat canggih tersebut. Kenyamanan lebih terasa karena dibekali interior yang dirancang lebih futuristik, dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja atau hanya menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan karena pesawat mampu terbang rendah,” pungkas Redi.

Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 110 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching di Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 61 armada tipe ATR 72-500/ 600. (Stevani Elisabeth)