Khawatir, Indonesia Jadi Pangsa Pasar Pariwisata Negara Lain

Khawatir, Indonesia Jadi Pangsa Pasar Pariwisata Negara Lain

Road to Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Pariwisata, di STP Bandung, Rabu (10/10). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Bandung- Tenaga Ahli Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementerian Pariwisata Prof I Gde Pitana mengatakan, ada yang membuatnya khawatir dan perlu diwaspadai dari pariwisata Indonesia.

“Saya khawatir pesaing-pesaing kita gencar mempromosikan pariwisata di negaranya dan menjadikan Indonesia sebagai pasar mereka,” ujar Pitana dalam Road To Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018- Prospek dan tantangan Pariwisata Indonesia tahun 2019 yang digelar oleh Forum Wartawan Pariwisata, di STP Bandung, Rabu (10/10).

Jepang misalnya, saat ini gencar mempromosikan wisata halal kepada masyarakat Indonesia. New Zeland bahkan membuka penerbangan langsung ke Bali dan Vietnam tengah mengembangkan Pulau Phu Quoc sebagai Bali baru. “Kita perlu hati-hati, tetap optimis pariwisata Indonesia bertumbuh dengan baik,” kata Pitana.

Terkait dengan bencana alam, pemilihan presiden, terorisme, Pitana mengatakan, bencana merupakan hal yang biasa. “Gunung Sinabung meletus terus. Di Bali ada Gunung Batur yang meletus tiap hari, tidak ada masalah. Ini harus kita kembangkan persepsi itu hal yang biasa,” ujarnya

Soal terorisme, lanjut Pitana, bukan hanya terjadi di Indonesia. Aksi teror juga terjadi di negara-negara lain seperti Inggris, Perancis dan Amerika.

Road To Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018. Outlook kata lain dari perkiraan yang akan terjadi di masa datang.

Sementara itu Sekretaris Pemasaran I Kementerian Pariwisata Edy Wardoyo mengatakan, arah pariwisata saat ini sangat berat. Tahun ini, kita harus capai target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 20 juta wisman pada 2019.

“Ini tantangan yang berat dan harus diatasi bersama,” ujarnya. Menurutnya, kita tidak bisa bergerak lambat untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain yang menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Negara-negara di ASEAN rata-rata menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. (Stevani Elisabeth)