Kemenpar Harus Kembangkan Beyond Pariwisata Danau Toba

Kemenpar Harus Kembangkan Beyond Pariwisata Danau Toba

Keindahan Danau Toba terlihat dari Muara. (Ilustrasi)

 

SHNet, Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) harus mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang ada di sekitar Danau Toba sebab destinasi Danau Toba tidak bisa menjadi single destination.

“Kemenpar harus kembangkan beyond Danau Toba karena Danau Toba belu bisa menjadi single destination,” ujar Ketua DPD ASITA Sumatera Utara Solahuddin Nasution pada Seminar Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Terpadu Danau Toba, di Sheraton Hotel Gandaria City Jakarta, Jumat (19/10).  Seminar ini terkait dengan Sales Mission Danau Toba

Hal ini dilakukan agar wisatawan bisa lama tinggal dan senang berkunjung ke kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Misalnya di Tangkahan dan Bukit Lawang yang terkenal dengan hutan tropis dan orang hutannya. “Bila destinasi ini dikembangkan, maka wisatawan dapat menginap semalam di Tangkahan kemudian lanjut ke Danau Toba. Selain itu, bisa dikembangkan lagi destinasi wisata di Brastagi,” kata Solahuddin.

Menurutnya, paket wisata ke Tangkahan dan Bukit Lawang biasanya dipadukan dengan Danau Toba. Dia menambahkan, paket wisata ini banyak diminati oleh wisatawan Eropa. Para wisatawan Eropa ini senang menunggang gajah dan menikmati hutan tropis. Bahkan tak jarang mereka dapat menyaksikan jejak kaki harimau Sumatera.

Ia menegaskan, beyond Danau Toba perlu dirawat dan dikembangkan sehingga bisa selaras dengan Danau Toba.

Belum menarik wisatawan

Dia juga sempat menyinggung masalah event yang digelar di Danau Toba. “ Event kita belum mampu menarik kunjungan wisatawan. Festival Danau Toba perlu peningkatan baik konten dan kualitas agar dapat mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi,” kata Solahuddin.

Menurutnya, tujuan pemasaran terpadu Danau Toba ini adalah membuat wisatawan puas, industri mendapat keuntungan, masyarakat juga mendapat keuntungan dan lingkungan terjaga dengan baik.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar Lokot Ahmad Enda menambahkan, event-event yang digelar di Danau Toba yang sudah masuk ke dalam agenda event Kementerian Pariwisata masih tidak pas dengan jadwal pelaksanaannya. “Kalau masuk kalender event pariwisata, jadwalnya harus pasti,” tegasnya.

Pakar Pariwisata Wardiyatmo mengatakan, daya tarik wisatawan saat berkunjung ke sebuah destinasi wisata ada dua hal yakni soft attracton dan hard attraction. Menurutnya, Indonesia masih lemah disoft attraction seperti atraksi di malam hari. (Stevani Elisabeth)