Jokowi: Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan BUMDes

Jokowi: Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan BUMDes

Ist

SHNet, MEDAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap dana desa yang sangat besar untuk desa saat ini tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan dan kesehatan anak-anak serta pengembangan ekonomi masyarakat desa, termasuk BUMDes.

Hal tersebut ditegakan Presiden Jokowi saat menghadiri rakor Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, di Balairung Deli Serdang, Sumatera Utara Senin (8/10). “Manfaat dana desa untuk pembangunan desa ini betul-betul telah dirasakan oleh masyarakat desa, bisa mengurangi kemiskinan di desa, bisa mengurangi kesenjangan di desa dan kota. Dan yang paling penting juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tegas Jokowi.

Rakor tersebut juga dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani serta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Eko Putro Sandjojo mengatakan dana desa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi agar masyarakat desa bisa semakin sejahtera dan bebas dari kemiskinan.

Terhadap pendamping desa, Eko berharap bisa meningkatkan kualitasnya dan mengadakan kerja sama dengan penegak hukum, yakni Kepolisian, BPK, Kejaksaan, dan kementerian lainnya.

Secara terpisah Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Eko Prasetyanto,  kepada SHNet, Selasa (9/10) mengatakan dalam Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel) yang diselenggarakan di Bali, 18-22 Oktober 2018 mendatang akan dievaluasi semua perkembangan tentang desa, termasuk pemanfaatan dana desa. Evaluasi itu untuk mengetahui mana saja kekurangan dan kelemahan dan apa yang harus ditingkatkan dan perlu direplikasi di tempat lain.

“Kita akan membuka klinik konsultasi untuk membahas apa saja yang dihadapi daerah. Di klinik itu, semua bisa menanyakan apa saja tentang desa, baik soal BUMDes, bagaimana kerja sama dengan pihak lain, APBDes dan sebagainya,” kata Eko. PINDesKel tersebut rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi dengan menghadirikan seluruh desa juara pekan inovasi tingkat propinsi.

Setidaknya acara ini akan melibatkan 15.000 peserta. Banyakanya jumlah peserta karena satu propinsi bisa mengirimkan wakil dari beberapa kabupaten/kota. “Jawa Barat itu membawa peserta lebih dari 300 orang. Jawa Timur juga begitu. (ino)