Irman Meilandi, Memajukan Desa Dari Berkebun

Irman Meilandi, Memajukan Desa Dari Berkebun

SHNet, Jakarta –  Dulu tanah sebagian di Desa Mandala Mekar, Bandung lebat dengan ilalangnya. Dimana ilalalng tersebut oleh  sebagian warga dijadikan makanan ternak, karen sebagain warga desa Mandala Mekar Kecamatan Jatiwaras, Kabupate Tasikmalaya, Jawa Barat ini termasuk dalam kategori desa terpencil dimana menuju desa tersebut saat itu masih sulit dilalui dengan kendaraan roda empat..

Selain memiiliki potensi yang rata-rata seperti desa lainnya, Desa Mandalamekar mempunyai sumberr daya alam yang cukup menjanjikan apabila dikembangkan. Luas wilayah desa Mandalamekar kurang lebih 709,45 ha yang terdiri dari tanag sawah, tanah kering, kebun serta tanah kas desa dan hutan lestari`
Menurut  Irman Meilandi  selaku pemberdaya masyarakat dari Desa  Mandalamekar ini, berkebun adalah yang kini yang diutamakan bagi warga desa Mandalamekar. Untuk memajukan kesejahteraan warga desa, ilalang yang dulu tumbuh subur kini sudah berganti menjadi kebun.
” Pohon yang kini tumbuh subur dan besar-besar ini, mulai ditanam sejak tahun 2004, ilalalng itu sudah berubah menjadi perkebunan yang sudah mendapatkan hasil dan panen bila waktunya tiba,” ujar Irman Meilandi yang ddipercayai sebagai Dirut PT Bumades Panca Mandala (BPM) di desa tersebut.
Kembali dijelaskannya, matapencarian penduduk desa Mandalamekar sebagian besar dipengaruhi oleh keadaan wilayah yang terdiri dari tanag perkebunan dan persawahan. Namun kini tidak hanya berkebun yang tenggah digalakkan untuk warga desa ini,tapi kini sudah merambah ke peternakan.
Berkebun dan Beternak
Sejak tahun 2004 ilalalang-ilalang yang sempat tumbuh ubur di desa Mandalamekar oleh Irman disulap menjadi perkebunan yang kini tumbuh sangat subur. Kesuburan hasil tanam dari perkebunan miliknnya dan milik sebagian warga desa di Tasikmalaya itu boleh diajungkan jempolnnya.
” Bila saatnnya panen, seperti manggis dan durian, sudah ada yang menunggu untuk dibeli. Jadi, warga tidak perlu lagi harus pergi jauh-jauh kepasar untuk menjajakannnya. Karena sudah ada pembelinnya,” ujar Irman dengan banggganya.
Warga desa Mandalammekar,Tasikmalaya ini boleh bangga memiliki warga seperti Irma. Yang ingin membuat bangga desannya di luar sana, dan ingin memajukan kehidupan matapencarian warga dari kemiskinan . Untuk itu Irman Meilandi tidak sehan-segan mengajak warga desa itu untuk belajar cara berkebun dan beternak melalui jaringan Internet.
” Saya juga belajar dari interner, bagaimana cara berkebun dengan hasil yang baik,  Tidak itu saja, namun juga memanggil ahlinnya dalam perkebunan, dan hasilnnya boleh dibanggakan sekarang yaitu selalu panen dengan hasil yang memuaskan yaitu manggis dan durian dan kapulaga,” paparnya lagi.
Selain berkebun, warga desa Mandalamekar, Tasikmalayan ini juga berhasil dibidang berternak. Yaitu bagaimana carannya warga desa beternak modern. Di mata Irman, beternak modern itu gar perekonommian warga terpenuhi.
“Kita buat kelompok untuk wrga yang ingin beternak diantarannya adalah beterak kamping dan domba Garut. Yang untuk makannya tentu kita ambil dari kebun, dan cara beternak kambinng dan domba innikan tidak terlalu sulit dan hasilnnya gampang untuk dipasarkan,” imbuh pria yang rajin mendatangi warga untuk memberi pelajaran ini.
Ujarya lagi, setiap warga dibagi menjadi tiga kelompok. Dimana satu kelompok itu terdiri  dari tiga orang yang saat ini satu kelompok itu telah memiliki 70 ekor sapi. Sama halnnya dengan berkebun, berterneak juga dipelajarinnya melalui aliran internet di desanya yang sudah ada sejak lama.
“Itulah enaknya bila desa kita ini sudah dialiri yang namanya inernet. Jadi, segala sesuatunnya dengan udah kita pelajari dari berkebun, bercocok tanam hinga beternak dengan hasil yang tentunnya sangat memuaskan,” kataya lagi.
Selain belajar dari aliran internet di desa Mandalamekar, Tasikmalaya, Jawa Barat, warga juga banyak belajar dari ahli dibidang perkebbunan dan beternak. Hasilnya boleh dibangggakan setiap masuk Lebaran Haji , banyak warga dari luar berburu hewan peliaharaan kambing dan domba Garut.
” Saya sangat banggga melihat hasil kerja keras warga desa ini, yang setiap tahunnya selalu dicari. Untuk itu saya bersama warga desa akan selalu belajar bagaimana kelak terus dapat membuat warga selalu sejahtera dengan hasil kerjannya yaituu berkebun dan beternak,” imbuh Irman lagi. (Maya Han)