Fungsi Kopkamtib Kini Lain Dengan Dulu

Laksamana Sudomo

Fungsi Kopkamtib Kini Lain Dengan Dulu

Jakarta 4 Oktober 1974 – Kepala Staf Komano Operasi Keamanan dan Ketertiban Laksamana TNI Sudomo baru-bru ini di dpan peserta penataran Pelajar Islam Indonesia di Puncak Bogor, menyatakan bahwa Kopkamtib membuka pintu seluas-luasnya untuk menampung segala keresahan masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah kepada pemerintah dalam rangka komunikasi dua arah.

Diharapkan oleh Kas Kopkamtib bahwa bilamana terdapat masalah dalam masyarakat sebaiknya disampaikan kepada pemerintah karena hal itu justru akan merupakan makna dari demokrasi.

Menurut Laksamana Sudomo dalam menyampaikan pendapat itu pemerintah tidak menghalang-halangi adanya perbedaan pendapat dengan pemerintah bahkan perbedaan pendapat ini dinilai oleh Kas Kopkamtib sebagai suatu hal yang baik dalam rangka saling mengoreksi.

Yang kita persoalkan bukan perbedaan pendapat itu tetapi cara pendapat itu dikemukakan, dimana setiap mengemukakan pendapat itu harus dilandasi dengan rasa tanggung jawab serta mengerti situasi.

Sebagai contoh dikemukakan oleh Laksamana Sudomo adanya apa yang disebut dengan peristiwa “Malari” (Malapetaka 15 Januari) yang terjadi pada bulan Januari 1974 dimana masyarakat salah dalam mendapatkan informasi.

Dikemukakan oleh Kas Kopkamtib bahwa informasi itu sangat penting, dengan informasi yang kurang lengkap masyarakat mudah sekali terpancing oleh isu negatif.

Disinilah dalam usaha memberikan informasi mengenai masalah pembangunan itu sering kali terjadi salah informasi sehingga masyarakat mudah terpancing oleh isu negatif yang justru sangat mengganggu jalannya pembangunan.

Lain sekarang
Berbicara mengenai fungsi peranan Kopkamtib Laksamana Sudomo menjelaskan bahwa Kopkamtib dulu berlainan dengan Kopkamtib masa kini. Dulu kalau seseorang mendengar kata-kata Kopkamtib, orang-orang itu sudah merasa “panas – dingin”.

Kopkamtib tidak untuk ditakuti dan menakuti-nakuti masyarakat tetapi harus dipergunakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat kata Laksamana Sudomo.

Akhirnya Laksamana Sudomo mengharapkan kepada para peserta penataran untuk berusaha meningkatkan pembinaan pelajar kearah terbentuknya pemuda yang dinamis, kreatif dan beriman kuat dalam usaha mensukseskan pembangunan sebab untuk mencapai tingkat dasar pembangunan nasional Indonesia, kita memerlukan waktu 25 tahun, demikian antara lain Laksamana Sudomo. (SH/Ant)