Di Ruang Interogasi Keberanan Itu Akan Terungkap

Di Ruang Interogasi Keberanan Itu Akan Terungkap

 

SHNet, Jakarta – Mungkin hanya orang yang tak bersalah dan seorang residivis berpengalaman yang tak gentar saat harus berhadapan dengan polisi !

Kalau hanya orang biasa, apapun profesinya, dipastikan bakal keringat dungin, gemetaran saat pertama kali ditangkap lalu digiring petugas kekantor polisi.

Dan ternyata, ini menurut pengalaman batin beberapa orang yg sempat mengalami, ketakutan yang luar biasa itu bukan karena ancaman hukuman yang menanti. Bukan itu! Tapi membayangkan bakal menjalani pemeriksaan diruang khusus interogasi (panic room) itu lah yg menyeramkan.

Mungkin ruang interogasi Polda Metro Jaya tak sama persis kondisinya dengan ruang interograsi yang kerap digambarkan film-fim Holiwood. Misal, ruang itu diperlhatkan tanpa jendela, pengap hanya diterangi lampu temaram. Tak tahu apa madih siang atawa sudah malam. Terlihat juga penyidik mondar-mandir sembari sedilit membentak kearah sipesakitan. Tak seseram itu lah..

Yakin, polisi sekarang baik-baik dan proses pemeriksaan pun dilakukan dengan lemah lembut. Apalagi misalnya yang diperiksa itu wanita tua seperti ibu RS yg batinnya sedang goncang akibat diterjang badai kebohongan.

Tapi apapun cerita, ruang interogasi itu tetap ada ‘hantunya’. Nyaris setiap orang yang menjalani pemeriksaa disana mendadak berubah perangainya. Saat masuk seperti macan, setelah diinterogasi, berubah jadi meong.

Pernah suatu ketika, tepatnya sekitar 10 tahun lalu, saya mengikuti pemeriksaan seorang preman besar Jakarta. Asal tahu, mendengar nama sang preman berbadan besar dengan kumis melintang itu saja pun banyak orang ketakutan.

Tapi apa lacur, baru beberapa menit diruang interogasi Polda Metro Jaya, sang preman galak (tak elok disebut namanya) langsung lunglai.

Ia pun kehilangan keseramannya. Dan sungguh astaga, belakangan tak hanya air mata, bahkan ingusnya pun ikut meleleh karena ketakutan.

Diluar orang boleh galak dan berkoar-koar layaknya seperti orang yang paling benar. Tapi kalau sudah masuk ke ruang interogasi, ya itu, langsung meleleh. Apalagi kalau memang yang bersangkutan benar-benar bersalah.

Duruang iterogasi itu, seniman pun tak akan mampu lagi bersandiwara, apalagi kalau hanya politikus yg selama ini dimanjakan seolah kebal hukum.

Ingat Jessica? Wanita muda yg kesandung kasus kopi sianida itu dulu, berkali-kali menjalani pemeriksaan diruang interogasi khusus Polda Metro Jaya. Ruang khusus yg dikeluhkan Jessica karena banyak kecoa itu letaknya persis berada dibawah ruang kerja Direktur Kriminal Umum.

Semoga saja, seperti pengakuan yang diungkapkan RS sebelumnya benar adanya, ia berbohong karena dipengaruhi setan.
Yakin, Polisi akan tahu setan setan jenis apa sebenarnya yg mempengaruhi RS. Karena terkadang, kebenaran itu hanya bisa diperoleh melalui ruang interogasi yg pengab dan menakutkan itu, Polisi jagonya kalau soal itu.. (Edi Saputra Ginting)