Desa Tanimulya, Maju Berkat Hasil Usaha Kecil

Desa Tanimulya, Maju Berkat Hasil Usaha Kecil

SHNet, Jakarta –  Kebersamaan dan selalu ingin belajar lebih maju, adalah tujuan utama warga Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah, Labupaten Bandung Barat. Dari rasa kebersamaan inilah, warga desa yang menjadi petani dan menjual sayur mayur hasil taninya ini harus berputar haluan dengan menjadi penjual makanan dari hasil taninya itu. Pelatihan dengan tujuan untuk melahirkan wirausaha kecil dan menengah (UKM) baru dalam.dunia kuliner.

Kegiatan pelatihan pengolah makanan berbahan dasar aneka sayuran, terus diajarkan kepada warga Desa Tanimulya. Menurut Kepala Desa Tanimulya, Lili Suhaeli Bachtiar, peralihan pekerjaan ini dilakukan oleh warganya agar warganya dapur tetap ngepul  dan kebutuhan keluarga. Untuk itu diberikanlah pendamping  dan pembinaan usaha kepada warganya.

” Dari pelatihan ini maka dibuatlah yang namanya dodol bayam, bolu cake wortel, pabcake brokoli dan manisan terong ungu dan masih banyak lagi yang semua itu dari hasil bertani. Jadi, semua hasil tani itu kita oleh menjadi makanan yang dijual dan cepat menghasilkan uang. Semua ini hasil binaan danmelahirkan wiraisaha kecil dan menengah di dunia kuliner bagi warga Tanimulya,” ujar Kepala Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, Lili Suhaeli Bachtiar kepada SHNet.

Lili Suhaeli yang mulai menjadi Kepala Desa Tanimulya sejak akhir Desember 2007  ini,tidak  menginginkan desanya menjadi desa termiskin. Untuk itu, atas misinya yaitu kebersamaan, aman dan maju dan taat ia mengandeng warganya untuk lebih maju dalam melakukan roda kehidupan.

Melalui pelatihan ini, ujar Lili Suhaeli lagi, warganya akan mendapatkan nikai tambah dalam dunia kuliner. Mengawali dari bertani dan menjual sayuran. Kini mereka mendapatkan pendapatan sampingan dari usaga barunya yaitu bagaimana caranya mengolah sayuran menjadimakanan hingga tiadak ada lagi sayuran yang terbuang.

 

Pesanan Melalui Online

Berkat adanya usaha kecil dan menengah (UKM) di Desa Tanimulya, kini pertumbuhan perekonomian bagi warga semakain membaik. Menurut Kades Tanimulya, perkembangan perekonomian ini terlihat membaik dengan makin banyaknya permintaan dari luar atas usaha makanan yang dikelola dari hasil kebun.

Menurut Lili Suhaeli, pelatihan ini akan memberikan nilai tambah bagi warganya. Dimana awalnya warganya hanya bertani dan menjual sayuran. Kini, sebagian warga telah mendapatkan pendapatan sampingan dari usaha barunya dengan menjual makanan dari hasil kebun kepada banyak pelanggan.

” Tapi kini, sebagian warga menjual dagangannya sudah via online. Dan yang terpenting lagi adalah, selalu mengikuti kegiatan yang ada di desa-desa tetangga seperti bazar. Makanya, banyak pelanggan yang mencari dagangan rumahan ini. Alhamdullilah, sudah semakin banyak.pesanannya,” kata Lili lagi.

Desa yang dihuni sedikitnya oleh 35 ribu jiwa ini, tidak hanya melakukan penjualan makanan ringan by online. Tapi juga sudah melakukan pembelanjaran cara membuat Biogas dengan alat dasar dari sampah kompos. Dimana warga akan memilah sampah plastik, dan sampah rumahtangga lainnya.

“Kita memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membuat biogas dari sampah rumahan ini, tapi kita tetap berusaha untuk dapat membuatnya dan hasilnya sudah ada. Semua ini adalah untuk terus memajukan desa kami di masyarakat banyak. Yang terpwnting adalah, mengurangi kemiskinan dan pengganguran di desa kami,”  paparnya lagi.

Seperti diketahui Desa Tanimulya ini terdiri 25 Rw dan 163 Rt yang memiliki luas 220,7 km/ Ha dengan jumlah pendusuk 35 ribu jiwa. Menurut Lili Suhaeli Bachtiar, desanya adalah daerah pertanian namun saat ini lahan pertanian tersebut sudah sangat sedikit. Hal ini dikarenakan lahan-lahan pertanian tersebut sudah berubah fungsi menjadi perumahan.

” Sudah tidak ada lagi lahan kosong untuk dijadikan pertanian, lahan itu kini sudah berubah menjadi perumahan.Makanya, warga kini lebih memilih menjadi kearah jasa, ya berdagang hasil.kebun yang masih tersisa ini,” ujar Lili lagi.

 

Lomba Desa

Tepat di tahun 2016 lalu, Desa Tanimulya mengikuti lomba desa berprestasi tingkat Kabupaten Bandung Barat yang diikuti oleh 11 desa yang ada. Lomba desa ini sendiri bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai perkembangan desa di Kabupaten Bandung Barat.

Lili Suhaeli selaku Kepala Desa Tanimulya mengatakan, melalui lomba desa ini akan mengetahui perkembangan pembangunan uang dilakukan masing-masing desa. Terutama, terhadap usaha pemerintahan desa dalan memajukan dan memperdayakan warganya.

“Salah satunya adalah, sejauh mana dukungan untuk kegiatan pembangunan,partisipasi masyarakat, kesehatan dan pendidikan. Dan hasilnya adalah, desa Tanimulya menjadi juara kedua Desa Terbaik se Propinsi Jawa Barat. Dan menjadi desa percontohan, hingga sering menerima tamu kunjungqn dari wilayah lainnya,” papar Lili lagi. (Maya Han)